KATA OMED

5 Tempat Wisata di Sintang

Sintang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Sintang cukup dikenal dengan sejumlah tempat wisatanya mulai dari sejarah, budaya, alam dan lain sebagainya. Tempat wisata yang ada pun cukup hits di kalangan masyarakat dan wisatawan luar daerah.

Berikut ini adalah beberapa tempat wisata di Sintang yang bisa kamu jadikan sebagai referensi tujuan wisatamu.

1. Gunung Kelam

sumber gambar – borneochannel.com

Tempat wisata yang pertama adalah Gunung Kelam. Gunung dengan tinggi mencapai 1.002 mdpl ini berada tepat di Hutan Wisata Bukit Kelam yang terletak 20 km dari kota Sintang. Disini merupakan tempat hidup tumbuhan endemik yaitu kantong semar yang sampa saat ini sedang terancam punah. Selain itu terdapat juga tumbuhan anggrek hitam, hewan beruang madu, walet dan trenggiling.

Gunung ini tampak bediri tegak dengan kokohnya membentang dari timur ke barat dan “Bukit Kelam” begitu masyarakat menyebutnya. Sebutan ini untuk puncak tertinggi dan berukuran sangat tinggi.

Keberadaan gunung ini erat kaitannya dengan sebuah legenda. Namun ada juga yang menyebutkan kalau gunung ini ada karena jatuhan dari sebuah meteor besar pada jutaan tahun lalu. Kalau menurut Peta Geologi Lembar Sintang (1993) kara Heryanto dkk, gunung ini terbentuk akibat intrusi granit yang seiring perjalanan waktu tererosi dan membentuk tanah. Dan kamu harus tahu bahwa batu tunggal terbesar di dunia itu terletak diantara Sungai Melawi dan Sungai Kapuas, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Saat ini Gunung Kelam telah dijadikan sebagai Pusat Perkemahan Pramuka. Renovasi kerap kali dilakukan untuk menjadikan gunung ini sebagai tempat wisata alam karena melihat potensinya yang luar biasa. Gunung ini juga sering dijadikan sebagai objek wisata terbang layang dan panjat tebing dengan ketinggian 50-900 meter diatas permukaan laut.

Dari puncak, kamu bisa menyaksikan sunrise dan lautan awan yang terlihat sangat indah. Pesona flora dan faunanya membuat mata tak bisa berhenti memandang. Yakin tidak mau meninggalkan jejak di gunung ini?

2. Taman Nasional Bukti Baka

sumber gambar – lifestyle.okezone.com

Tidak jauh-jauh dari alam, Taman Nasional Bukit Baka ini juga termasuk salah satu tempat wisata favorit di Sintang. Terdapat 817 jenis tumbuhan yang diantaranya bisa dijadikan sebagai kerajinan tangan dan obat-obatan. Selain itu juga terdapat beberapa jenis anggrek, seperti anggrek lidah ular, anggrek bintang berpijar, anggrek jinga dan masih banyak lagi.

Tak hanya tumbuhan, taman ini juga merupakan habitat dari beruang madu, binturong, babi hutan putih, kucing emas, rusa sambar, bajing kelapa, bajing terbang, cocot madu kecil, kelelawar ekor trubus, binatang malam, orang utan, elang, katak, dan masih banyak lagi.

Untuk bisa mencapai lokasi ini, kamu bisa mengambil rute dari Pontianak-Sintang-Nanga Pinoh dengan menggunakan mobil. Jaraknya sekitar 460 km dan butuh waktu 9 jam untuk menempuhnya. Kemudian lanjutkan perjalanan menggunakan speedboat selama 3 jam menuju Tumbang Samba, Tumbang Hiran, Tumbang Senaman, dan Tumbang Sepanggi selama 2-4 jam.

Meskipun perjalanannya sangat panjang dan pastinya melelahkan, namun ketika kamu sudah sampai di taman ini makan penatmu bisa terobati. Karena ada banyak sekali kegiatan yang bisa kamu lakukan, mulai dari berkemah, arung jeram, trail wisata, mendaki, mandi di sumber air panas, berwisata budaya, dan menyaksikan atraksi-atraksi menarik lainnya.

3. Air Terjun Lepung Iring

sumber gambar – lepungiringnopel.blogspot.com

Tak kalah terkenal terkenalnya dengan Gunung Kelam dan Taman Nasional Bukit Baka, Air Terjun Lepung Iring ini adalah tempat yang cocok untuk melepaskan beban pikiran yang selama ini terpendam. Melihat gemericik dan jernihnya air membuat diri seakan tertantang untuk berada diantaranya.

Air terjun dengan ketinggian 7 meter juga memiliki jalur dan akses yang tidak terlalu sulit. Hanya butuh waktu 1 jam 15 menit menggunakan kendaraan bermotor dengan kondisi jalanan yang bebatuan. Selama di perjalanan pun kamu akan menyaksikan keindahan alam yang sangat alami karena memang belum tercemar dan disentuh oleh banyak tangan.

Sama seperti air terjun pada umunya, kegiatan yang bisa dilakukan disini adalah berenang, main air, arung jeram, berfoto, dan bersantai sambil memandangi alam sekitar yang terlihat seperti surga yang bersembunyi dibalik hijaunya hutan. Pengunjung pun dijamin tidak akan kecewa jika mengunjungi tempat wisata yang satu ini.

4. Museum Kapuas Raya

sumber gambar – situsbudaya.id

Dari wisata alam, kita beralih ke wisata budaya yang penuh dengan sejarah ini ya guys. Didirikan pada 29 september 2004, museum ini berdiri diatas tanah seluas 20.000 meter persegi.

Masuk ke bagian dalam, terlihat ada 3 ruangan utama, yaitu Ruang Sejarah Sintang, Ruang Kebudayaan, dan Ruang Tenun Ikat. Masing-masing ruangan tentunya memiliki kegunaan yang berbeda pula. Ruang Sejarah sudah pasti berisikan sejarah didirikannya musem ini. Terdapat berbagai foto, peta dan objek sejarah yang menggambarkan bagaimana museum ini bisa dibangun.

Ruang Kebudayaan ini memberikan informasi mengenai  3 etnis besar, yaitu Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Objek-objek yang dijadikan koleksi juga tersimpan rapi dan menjad sebuah bukti adanya kebudayaan yang sampai kini masih ada. Tradisi pada masa itu yang masih ada hingga sekarang seperti Gawai Dayak, Perkawinan Melayu, dan Sembahyang Kubur.

Ruang Tenun Ikat juga menggambarkan kegiatan menenun kaum perempuan yang bermukim di rumah Betang. Tenunan yang dihasilkan juga bermacam motifnya untuk baju, rok, cawat, dan selimut. Ruang ini adalah ruang yang paling dominan daripada kedua ruang diatas.

Kamu bisa berkunjung kesini setiap hari, untuk hari senin-jumat mulai pukul 08.00-15.00 sedangkan untuk hari sabtu-minggu mulai pukul 09.00-15.00. Untuk hari libur nasional, museum ini juga tutup.

Untuk harga tiket masuknya gratis, dan ini adalah kabar baik bagi para pengunjung. Selain tiketnya yang gratis, pengunjung juga jadi bisa mengenal lebih jauh akan sejarah dan kebudayaan pada zaman dahulu dan bisa banyak belajar ilmu pengetahuan disini.

5. Istana Al Mukarramah

sumber gambar – detiktravel.com

Ketika mendengar atau melihat kata isatana, pasti yang terlintas di pikiranmu adalah sebuah kerajaan. Yap benar, Kerajaan Sintang awalnya adalah Kerajaan Hindu yang kemudian beralih menjadi kerajaan islam. Istana ini dibangun pada tahun 1937 dan menggunakan kayu sebagai kerangka dan bangunannya.

Berdiri diatas tanah seluas 652 km persegi, bangunan ini terdiri dari serambi depan, ruang tamu, ruang pribadi sultan, serta ruang serambi belakang.

Istana ini menjadi saksi bisu awal mula berdirinya Sintang, sehingga didalam istana terdapat banyak sekali warisan budaya yang tersimpan rapi dan terletak di tempat yang aman. Salah satu benda yang paling terkenal adalah patung asli rancangan lambang negara yang dirancang oleh Sultan Hamid II dan Syarif Abdul Hamid Alkadrie.

Share Artikel ini lewat
  •  
  •  
  •  
  •  

Omed

Bapaknya komunitas Backpacker Jakarta yang hanya ingin menceritakan pengalaman saya berkeliling Indonesia selama 360 Hari ke 34 Provinsi dan lebih dari 380 Kabupaten atau kota se Indonesia. Jangan lupa Follow Instagram @kataomed untuk melihat aktivitas dan keseharian saya

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of