Melihat Wajah Kraton Sintang ditepian Sungai Kapuas

Setelah puas berkeliling kota Sintang dan sempat singgah dirumah adat dayak yakni Rumah Ensaid Panjang, Bang Eno yang menemani saya berkeliling Sintang mengatakan jika di Sintang Juga ada sebuah Istana atau Kraton kerjaan bernama Istana Al-mukarramah.

Kraton Sintang di Kalimantan Barat

Keraton Sintang memang tidak seterkenal keraton kerjaan lainnya di Kalimantan Barat seperti Kraton Sambas, Mempawah, Ketapang atau Keraton Kesultanan Kadriyah di Pontianak. Namun Kraton di Sintang ini bisa dibilang pernah menjadi saksi bisu berdirinya kota Sintang sekaligus pusat pemerintahan diera masa kejayaanya hingga masa penjajahan Belanda.

Lokasi Istana Al-mukarramah Atau Kraton Sintang

Karena bang Eno sedang sibuk jadilah Saya ditemnai Bang Jimmy dan temanya pergi mengunjungi Kraton Sintang yang kebetulan saat itu posisi Kraton ada disebrang sungai.

Baca JugaInilah Rumah Adat Bentang khas Sintang Kalbar

Rupanya Kraton Sintang tepat berada didepan muara pertemuan dua sungai besar yakni sungai Melawi dan sungai Kapuas. Alhasil kami harus menumpang Speed untuk menyebrang ke Kraton Sintang.

Kraton Sintang berada ditepian sungai Kapuas

Istana Al-mukarramah Atau Kraton Sintang sendiri Berada dilahan seluas 652 meter persegi. Kraton atau Istana ini berada di Kampung Kapuas Kiri Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Sejarah Singkat Kraton Sintang

Kerajaan Sintang didirikan oleh Demong Irawan sekitar abad ke-13 atau pada tahun 1262 Masehi di wilayah saka tiga atau titik pertemuan 2 buah Sungai yakni sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Kraton Sintang atau biasa disebut Istana Al-mukarramah Ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Nata.

Istana Sintang Saksi bisu berdirinya kota Sintang

Awal mula pembangunanya sendiri mengambil konsep arsitektur sederhana seperti Rumah Panjang yakni rumah adat khas masyarakat Dayak. Namun sekitar tahun 1937 saat beralihnya kekuasaan pemerintahan ke tangan Raden Abdul Bachri Danu Perdana, Istana ini kembali dibangun ulang dengan bentuk baru seperti sekarang.

Design dan Arsitektur Kraton Sintang

Istana Al-mukarramah Tampak dari depan

Kraton Sintang didesign baru dengan memadukan antara bangunan khas dayak dan arsitektur gaya Belanda. Rangka kayu utamanya sendiri merupakan pondasi tiang tongkat utama dan ditopang dengan beton. Sementara pada bagian Atapnya menggunakan kayu atau biasa disebut sirap dari kayu belian. Pada bagian Lantai istana sendiri masih menggunakan bahan dasar kayu belian.

Baca Juga :Mengenal Kota Maumere di NTT

Megahnya Kraton Sintang

Istana Al-mukarramah Atau Kraton Sintan Yang bersejarah

Tepat didepan pintu masuk terdapat sebuah meriam yang masih tersisa hingga kini. Bahkan sampai saat ini, istana Al-mukarramah Atau Kraton Sintang masih dihuni oleh keturunan keluarga Kerajaan. Sayang saat saya datang ke Kraton ini tidak sempat masuk kedalam ruangan istana karna keluarga keraton sedang berada diluar kota.

Omed

Bapaknya komunitas Backpacker Jakarta yang hanya ingin menceritakan pengalaman saya berkeliling Indonesia selama 360 Hari ke 34 Provinsi dan lebih dari 380 Kabupaten atau kota se Indonesia. Jangan lupa Follow Instagram @kataomed untuk melihat aktivitas dan keseharian saya

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Suy Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Suy
Guest

Bagusssss..