Belajar Filosofi dari 5 Lagu Daerah Sumatra Selatan

Siapa yang tidak suka bernyanyi?

Sebagai bagian dari sebuah negara dengan warisan seni budaya beragam, hampir semua orang Indonesia suka bernyanyi. Karena itulah banyak daerah otoritas di Indonesia, memiliki lagu daerahnya masing-masing seperti Sumatra Selatan.

Sumatra Selatan, sebuah provinsi yang dikenal dengan makanan khasnya yaitu pempek palembang. Laiknya sebuah daerah khas di nusantara, Sumatra Selatan juga memiliki keunikan lainnya, yaitu lagu daerah.

lagu daerah sumatera seatan

5 lagu daerah sumatera seatan – pinterest.com

Yang tidak banyak kita tahu, setiap lagu daerah memiliki nilai filosofi yang bisa kita jadikan pelajaran kehidupan. Nah,alangkah baiknya sambil belajar berseni, kita juga belajar menjadi orang yang lebih baik dari lagu-lagu daerah Sumatra Selatan.

Apa saja itu?

Biar sama-sama tahu, yuk, kita belajar  lagu daerah dari Sumatra Selatan berikut ini.

1. Lagu Dek Sangke

Arti Dek Sangke adalah Tak Disangka. Lagu ini mengisahkan seseorang yang tidak menyangka suatu kebohongan.

Dalam lagu ini kita bisa belajar bahwa pada akhirnya setiap kehohongan pasti akan terbongkar juga. Jadi, jangan suka bohong, yaa, teman~

Berikut adalah penggalan lirik lagu Dek Sangke.

Dek sangke aku dek sangke

Cempedak babuah nangke

Dek sangke aku dek sangke

Cempedak babuah nangke

Dek sangke aku dek sangke

Awak tunak ngaku juare

 

Kalau kalian penasaran dengan lagu Dek Sangke, kalian bisa mendengarkannya langsung dengan klik link berikut ini.

https://youtu.be/aGGFDYPWawM

 

2. Lagu Pempek Lenjer

 

lagu pepek lenjer

lagu pepek lenjer

Kalau kalian sering jalan-jalan, kalian pasti pernah makan pempek. Pempek adalah makanan khas Palembang, ibukota Provinsi Sumatra Selatan. Uniknya, saking sukanya masyarakat Sumatra Selatan dengan kuliner ini, mereka memiliki lagu khususnya, lho!

Keren, ya?

Coba baca sebait lagu Pempek Lenjer berikut ini.

 

Bulet besak panjang mak lengen

kejel-kejel rasonyo marem

Masok ke mulut matonyo mejem

mertuo lewat masih ditelen

Kejel keras sudah biaso

asak bae iwaknyo teraso

Digoreng pake minyak kelapo

jadi nambah lemak rasonyo

 

Dari liriknya saja, sudah terasa asyik, kan?

Lagu Pempek Lenjer selain menceritakan rasa dari pempek juga mengajarkan kita untuk senantiasa bangga dengan warisan kuliner daerah. Lagu Pempek Lenjer juga bisa dianggap sebagai upaya warga Sumatra Selatan untuk menarik pengunjung ke daerahnya.

Baca juga: Lima Makanan Khas Sumatera Selatan

 

Kalau sudah mendengar lagu pempek lenjer, siapa, sih, yang nggak pengen makan pempek?

Sebuah kombinasi yang pas, makan pempek lenjer sambil mendengar lagu pempek lenjer via link berikut.

https://youtu.be/yZ_rtum8_zY

 

3. Lagu Sayang Selayak

Sayang selayak burung lempipi

Sayang selayak burung lempipi

Menarap abang keputehan ai keputehan

Kakang berayak ke duson ini

Kakang berayak ke duson ini

Tuape batan perulehan, ai perulehan

 

Sebait lagu di atas adalah bait awal lagu Sayang Selayak. Lagu ini mengisyaratkan kasih sayang antarsesama. Kasih sayang pada manusia dan juga alam.

Karena bagusnya nilai dan nada lagu Sayang Selayak, sebuah kelompok paduan suara universitas menampilkan lagu ini dengan sangat apik. Penasaran? klik link di bawah ya!

https://youtu.be/4cm9WEi6vlg

 

4.  Lagu Sukat Malang

 

Naseb malang nian

Ditinggalkan kundang

Kumbang suhang terbang

Terbang Jauh malang

Sukat malang badan

Senasep bunge lalang

Tinggal dusun laman

Kemambang midang suhang

Ngeding sukat dek betulan

Sepanjangan …

Ngape nian tibe badan sukat malang

 

Lirik di atas adalah lirik lagu berjudul Sukat Malang. Terdengar sedikit sedih?

Kalian tidak salah. Sukat Malang memiliki arti nasib malang. Nasib malang seseorang yang hidup sendiri ditinggal orang terkasih.

Jika kalian sedang galau, coba, deh, dengar lagu Sukat Malang agar kalian tidak merasa sedih sendiri. Dan, jangan lupa setelah bersedih, bangkit kembali dan membahagiakan diri lagi!

https://youtu.be/7aBfB3hMXKs

 

5.  Lagu Gending Sriwijaya

 

 Lagu Gending Sriwijaya

Lagu Gending Sriwijaya

Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah!

Begitulah pesan orang Sumatra Selatan dengan lagu Gending Sriwijaya. Berbeda dengan lagu lainnya, Gending Sriwijaya ditulis dalam Bahasa Indonesia. Lagu ini dibuat oleh A. Dahlan Muhibat dan Nungtjik A.R. di tahun 1943. Gending Sriwijaya juga diadaptasi dalam bentuk tari daerah dengan nama yang sama.

Seperti judulnya, lagu ini mengisahkan tentang kebesaran Sriwijaya, satu di antara  kerajaan-kerajaan terbesar di nusantara. Dari bait lagu berikut, kalian bisa sedikit belajar sejarah Kerajaan Sriwijaya.

 

Borobudur candi pusaka di zaman Sriwijaya,

saksi luhur berdiri teguh kokoh sepanjang masa.

Memasyurkan Indonesia di daratan se-Asia,

melambangkan keagungan sejarah Nusa dan Bangsa.

Taman sari berjengjangkan emas perlak Sri Ksetra,

dengan kalam pualam bagai di Surga Indralaya.

Taman puji keturunan Maharaja Syailendra,

Mendengarkan iramanya lagu Gending Sriwijaya.

 

Sebagai bentuk nasionalisme, seorang musisi papan atas kita, yaitu Addie MS, mengaransemen lagu Gending Sriwijaya bersama Sidney Philharmonic Orchestra. Kalian bisa mendengar vocal version-nya dengan klik link berikut ini.

https://youtu.be/5cfPRuszyOQ

 

Bagaimana? Asyik, bukan?

Lagu daerah tidak hanya menjadi media pengenalan wisata dan budaya, melainkan juga mengajarkan nilai kehidupan dan kekayaan bahasa.

Selain lima lagu tersebut, masih banyak lagu-lagu daerah Sumatra Selatan seperti Dirot, Kebile-bile, Kance Lame, dan lainnya.

Lagu-lagu tersebut menjadi cerminan besarnya cinta  warga Sumatra Selatan terhadap seni suara dan warisan budaya daerahnya.

Bagaimana dengan lagu daerah kalian?

Yuk, lestarikan budaya seni Indonesia bersama-sama.

Oh iya, jangan lupa komentar dan bagikan artikel ini, ya!

 

Baca juga: Pelabuhan Tanjung Api-api, Pelabuhan Baru di Sumatera Selatan

You may also like...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of