Tips Menjual, Menyewakan Rumah, Ruko, Apartemen Agar Cepat Terjual

Saat ini untuk menjual atau menyewakan properti di tengah persaingan pasar yang ketat memang butuh strategi khusus agar properti yang kamu miliki bisa dengan cepat terjual atau tersewa kepada para calon pembeli.

Nah yang menentukan bukan cuma soal harga saja, tapi juga soal kemasan dan jangkauan yang luas serta soal kelengkapan informasi yang disampaikan maupun respon yang cepat juga menjadi hal penting yang harus di perhatikan.

Dan berikut ini adalah beberapa tips dan panduan taktis agar rumah, ruko atau apartemen yang akan kalian jual atau kalian sewakan bisa cepat dilirik calon konsumen:

1. Maksimalkan Media Pemasaran

RumaTemu

Semakin banyak bantuan pihak luar, semkin cepat properti yang akan kamu jual atau kamu sewakan semakin cepat diketahui oleh konsumen. Jadi kalian Jangan hanya mengandalkan satu pintu saja.

Situs Marketplace Properti di Indonesia saat ini sudah banyak dan terus berkembang. Jangan lupa untuk pasang iklan atau Jual Property di platform besar seperti di Rumatemu dimana aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi pencarian rumah, apartemen, dan ruko yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

Selain melalui situs pemasaran properti, manfaatkan juga grup jual beli di Facebook atau gunakan fitur Ads (iklan berbayar) baik di Facebook atau di Instagram dengan target lokasi yang spesifik.

Pilihan lainnya adalah bekerja sama dengan agen lokal bisa sangat efektif karena mereka biasanya sudah memiliki database calon pembeli yang sedang mencari di area tersebut sehingga penjualan properti bisa lebih cepat.

2. Perbaiki Tampilan Properti

Di era digital ini, biasanya calon pembeli akan melakukan “kurasi” atau pemilihan properti yang akan mereka sewa atau mereka beli pertama kali lewat layar ponselnya. Jadi hal pertama yang akan mereka lihat adalah tampilan visual yang menjual (First Impression).

Foto berkualitas yang disuguhkan tentu menjadi hal yang sangat mendukung bagi para calon membeli memilih properti yang ada. Jadi jangan gunakan foto yang buram atau gelap. Ambil foto bangunan atau properti di pagi hari dimana saat cahaya alami masih tersebar diberbagai penjuru dan jangan lupa ambil foto dengan sudut pandang lebar (wide angle).

Jangan lupa juga untuk merapikan rumah dan singkirkan barang-barang pribadi yang berantakan. Properti yang terlihat bersih dan kosong atau tertata minimalis tentu akan memudahkan calon pembeli membayangkan diri mereka tinggal di sana, jadi buat seolah mereka bisa merasakan kehangatan properti yang akan kalian jual atau sewakan.

Dukungan video tentu membuat gambaran suasana sekitar semakin terasa. Jadi kalo bisa, buat video singkat yang menunjukkan alur antar ruangan dan beberapa detail bangunan serta pemandangan yang ada yang bisa memberikan nilai jual kepada propertimu. Dan hal ini juga tentunya akan memberikan kesan transparansi dan profesionalisme.

3. Informasi Yang Lengkap & Menarik

Hal lain yang harus diperhatikan saat menyewakan atau menjual property adalah mengenai informasi yang lengkap dan informatif. Jadi hindari hanya menulis spesifikasi teknis dan gunakan pendekatan manfaat.

Soroti Keunggulan Lokasi seperti misalnya, “Bebas banjir”, “5 menit ke gerbang tol”, atau “Dekat dengan pusat perbelanjaan dan pusat pendidikan”. Hal ini akan mempermudah konsumen menentukan kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan dari properti tersebut dengan tempat-tempat penting.

Gunakan kalimat tambahan yang menarik misalnya seperti, ” Disini kamu bisa menikmati kopi sore di balkon dengan pemandangan taman yang asri atau pemandangan kota dari atas” untuk menciptakan bayangan kenyamanan dan kedamaian berada di tempat tersebut.

4. Harga yang Kompetitif

Faktor utama seseorang akan membeli properti memang ditentukan dari sergi budget atau biaya yang mereka miliki sehingga kesesauian harga adalah faktor penentu paling krusial yang sangat menentukan.

Usakahan untuk meriset Pasar atau melihat harga umum yang ada di pasaran. Jadi cek harga properti sejenis di radius 1-2 km. Ingat ya guys, jangan mematok harga berdasarkan keinginanmu saja tapi berdasarkan kenyataan pasar yang terjadi saat itu.

Gunakan angka yang terlihat relatif lebih kecil. Misalnya, dibandingkan kamu menulis harga Rp1.000.000.000, usahakan gunakan harga Rp995.000.000. Nah secara psikologis, angka ini terasa di bawah ambang batas satu miliar sehingga pemebeli akan melihatnya jauh lebih murah.

5. Legalitas Properti

Kejelasan dokumen adalah kunci kepercayaan konsumen saat menentukan hasil akhir dari pencarian rumah, apartemen atau ruko yang akan mereka tempati. Jadi pastikan SHM (Sertifikat Hak Milik), IMB/PBG, dan PBB tahun terakhir sudah siap ditunjukkan ketika mereka suervey dan melihat properti tersebut.

Biasanya properti yang dokumennya bermasalah atau tidak lengkap akan otomatis dijauhi oleh pembeli serius karena risiko hukum yang tinggi. Apalagi saat mereka menanyakan mengenai legalitas namun kamu tidak menujukanya, maka konsumen tersebut akan ragu dan memikirkan kembali keputusannya.

Nah Tips lainnya untuk Menjual, Menyewakan Rumah, Ruko, Apartemen Agar Cepat Terjual lainnya yang bisa kalian lakukan adalah dengan melakukan perbaikan kecil seperti mengecat ulang tembok yang kusam atau memperbaiki kran yang bocor atau memangkas rumput halaman yang tinggi. Hal-hal kecil ini bisa meningkatkan nilai jual secara signifikan di mata calon pembeli saat mereka melakukan survei lokasi atau melihat properti secara langsung.

You may also like...

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x