KATA OMED

10 Taman Nasional Terluas di Indonesia

Published · Updated

Taman Nasional Terluas di Indonesia – Seperti yang kita tahu jika negara kita Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan alam yang luar biasa. Salah satunya adalah Kawasan yang menjadi Taman Nasional.

Hingga saat ini tercatat Ada lebih dari 54 Taman Nasional di Indonesia. tentunya Taman Nasional ini beragam jenisnya mulai dari Taman Nasional Laut hingga Taman Nasional Hutan Raya.

Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Taman nasional merupakan salah satu jenis kawasan konservasi karena dilindungi, biasanya oleh pemerintah pusat, dari perkembangan manusia dan polusi.

Carstenzs Pyramid di Taman Nasional Lorentz

Carstenzs Pyramid di Taman Nasional Lorentz – foto @Panji A. Nuariman

Taman nasional merupakan kawasan yang dilindungi (protected area) oleh World Conservation Union Kategori II.

Taman nasional terbesar didunia adalah Taman Nasional Greenland Timur Laut, yang didirikan sejak tahun 1974. Taman-taman nasional yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia khususnya adalah :

  • Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur,
  • Taman Nasional Lorentz di Papua dan
  • Taman Nasional Ujung Kulon di Banten.
  • Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatra Utara dan Aceh,
  • Taman Nasional Kerinci Seblat di Jambi dan
  • Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Lampung, Bengkulu, dan Sumatra Selatan

Dilihat dari ukuran luasnya, ada begitu banyak sekali Taman Nasional yang memiliki area yang sangat Luas. Berikut ini adalah 10 Taman Nasional terluas yang ada di Indonesia hingga saat ini.

1. Taman Nasional Lorentz – 25.050 km² (1997)

Taman Nasional terluas di Indonesia yang pertama adalah Taman Nasional Lorentz. Taman Nasional Lorentz adalah sebuah taman nasional yang terletak di provinsi Papua, Indonesia.

Dengan luas wilayah sebesar 2,4 juta Ha; Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya. Pada 1999 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz – foto @nuariman

Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis.

Membentang dari puncak gunung yang diselimuti Salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura.

Dalam bentangan Taman Nasional Lorentz, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan Vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, Dataran Rendah, dan lahan basah.

Selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat pula beberapa kekhasan dan keunikan adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Baliem.

Kuskus Tutul Hitam di Taman Nasional Lorentz

Kuskus Tutul Hitam di Taman Nasional Lorentz – foto @dymaslorentz

Taman Nasional Lorentz ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan.

Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman Suku Nduga, Dani Barat, Suku Amungme, Suku Sempan dan Suku Asmat.

Kemungkinan masih ada lagi masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan hubungan dengan manusia modern.

2. Taman Nasional Teluk Cenderawasih – 14.535 km² (2002)

Taman Nasional terluas di Indonesia yang kedua adalah Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang merupakan taman nasional perairan laut terluas di Indonesia, terdiri dari daratan dan pesisir pantai (0,9%), daratan pulau-pulau (3,8%), terumbu karang (5,5%), dan perairan lautan (89,8%).

Taman nasional ini terletak di Teluk Cenderawasih, provinsi Papua Barat. Taman Nasional Teluk Cenderawasih meliputi pulau Mioswaar, Nusrowi, Roon, Rumberpon dan Yoop.

Habitat Fauna di Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Habitat Fauna di Taman Nasional Teluk Cenderawasih – Foto @tn.teluk_cenderawasih

Taman Nasional Teluk Cendrawasih merupakan perwakilan ekosistem terumbu karang, pantai, mangrove dan hutan tropika daratan pulau di Papua/Irian Jaya.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih terkenal kaya akan jenis ikan. Tercatat kurang lebih 209 jenis ikan penghuni kawasan ini di antaranya butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish.

Terdapat empat jenis penyu yang sering mendarat di taman nasional ini yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea).

Duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan hiu sering terlihat di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih.

Pulau Nutabari di Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Pulau Nutabari di Taman Nasional Teluk Cenderawasih – Foto @tn.teluk_cenderawasih

Jika ingin menuju Taman Nasional Teluk Cendrawasih kalian bisa datang dari Jakarta, Surabaya, Denpasar, Ujung Pandang, Jayapura, Honolulu dan Darwin menggunakan pesawat ke Biak, selanjutnya dari Biak menggunakan pesawat ke Manokwari atau Nabire.

Dari Jakarta, Surabaya, Ujung Pandang dan Jayapura menggunakan kapal laut ke Manokwari atau Nabire.

Sedangkan jika kalian datang dari Manokwari maka untuk bisa sampai ke lokasi taman nasional (Pulau Rumberpon) menggunakan longboat dengan waktu 5,5 jam.

Atau dari Manokwari ke kota kecamatan Ransiki dengan mobil sekitar tiga jam dan dilanjutkan dengan motorboat sekitar 2,5 jam.

3. Taman Nasional Wakatobi – 13.900 km² (2002)

Taman Nasional Wakatobi menjadi Taman Nasional terluas di Indonesia yang ketiga. Taman Nasional Wakatobi merupakan salah satu dari 50 taman nasional di Indonesia, yang terletak di kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Taman nasional ini ditetapkan pada tahun 2002, dengan total area 1,39 juta ha, menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia.

Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi – foto @taman_nasional_wakatobi

Taman Nasional Wakatobi ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut yang memiliki 25 buah gugusan terumbu karang.

Gugusan terumbu karang dapat dijumpai sekitar 112 jenis dari 13 famili yang terletak pada 25 titik di sepanjang 600 km garis pantai. Kedalaman air di taman nasional ini bervariasi, bagian terdalam mencapai 1.044 meter di bawah permukaan air laut.

Di samping keindahan yang disajikan oleh beraneka ragam terumbu karang, taman tersebut juga memiliki ragam spesies ikan.

Taman Nasional Wakatobi  juga terdapat banyak Kekayaan jenis ikan yang dimiliki. Tercatat sebanyak 93 jenis ikan konsumsi perdagangan dan ikan hias.

Bagi para wisatawan yang menyukai keindahan alam bawah laut dapat melakukan beberapa kegiatan di Taman Nasional Wakatobi, seperti menyelam, snorkeling dan berenang untuk melihat gugusan terumbu karang yang indah dan berbagai hewan bawah laut dan juga menyaksikan berbagai kebudayaan masyarakat setempat.

Taman Bawah Laut Wakatobi

Taman Bawah Laut Wakatobi – foto paradisotravelling

Taman Nasional Wakatobi  juga terknenal akan keindahan alamnya dan juga wisatanya yang mendunia.

Salah satu pulau wisata yang ada di Taman Nasional Wakatobi  adalah Pulau Hoga (Resort Kaledupa), Pulau Binongko (Resort Binongko) dan Resort Tamia merupakan lokasi yang menarik dikunjungi terutama untuk kegiatan menyelam, snorkeling, wisata bahari, berenang, berkemah, dan wisata budaya.

4. Taman Nasional Kerinci Seblat – 13.750 km² (1999)

Taman Nasional terluas di Indonesia yang ke empat datang dari Pulau Sumatera. Yap, Taman Nasional Kerinci Seblat yang juga menjadi taman nasional terbesar di Sumatra ini memiliki luas wilayah sebesar 13,750 km².

Taman nasional ini terletak di 14 kabupaten dan 2 kota yang termasuk dalam 4 provinsi yaitu Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatra Selatan.

Rawa Bento di Taman Nasional Kerinci Seblat

Rawa Bento di Taman Nasional Kerinci Seblat – foto @bundanouf

Taman nasional ini terdiri dari Pegunungan Bukit Barisan yang memiliki wilayah dataran tertinggi di Sumatra, Gunung Kerinci (3.805 m).

Taman nasional ini juga terdiri dari mata air-mata air panas, sungai-sungai beraliran deras, gua-gua, air terjun-air terjun dan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara, Danau Gunung Tujuh.

Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan rangkaian tidak terputus hutan hujan dataran rendah sampai pegunungan, termasuk hutan pinus tropis alami, hutan rawa gambut, dan danau air tawar. Kawasan ini merupakan habitat sebagian besar burung-burung Sumatera.

Terdapat lebih dari 371 jenis burung yang ada di Taman Nasional Kerinci Seblat dimana 17 jenis di antaranya endemik sumatera, lebih dari 85 jenis mamalia, tujuh jenis primata, enam jenis amfibi, dan sepuluh jenis reptilia.

Dua spesies kunci yang menjadi fokus pengelolaan adalah harimau sumatera dan gajah sumatera.

Gunung Tujuh, Taman Nasional Kerinci Seblat

Gunung Tujuh, Taman Nasional Kerinci Seblat – foto @fajarrbahari

Taman Nasional Kerinci Seblat ini juga memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 4.000 spesies tumbuhan tumbuh di wilayah taman nasional termasuk bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi, dan bunga tertinggi di dunia, Amorphophallus titanum.

Fauna di wilayah taman nasional terdiri antara lain harimau sumatra, badak sumatra, gajah sumatra, macan dahan, tapir melayu, beruang madu, dan sekitar 370 spesies burung.

Diterimanya Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra ke daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, membuat Taman Nasional Kerinci Seblat juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Bersama dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Selain itu taman nasional ini masuk sebagai Taman Warisan ASEAN sejak 18 Desember 2003.

5. Taman Nasional Kayan Mentarang – 13.605 km² (1996)

Padang Rumput Long Tua Taman Nasional Kayan Mentarang

Padang Rumput Long Tua Taman Nasional Kayan Mentarang – foto @@adiseptian93

Tingginya tingkat perusakan hutan di Kalimantan dan banyaknya bagian hutan yang beralih fungsi, menyebabkan kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang atau TNKM menjadi sangat istimewa dan perlu mendapat prioritas tinggi dalam hal pelestarian keanekaragaman hayati dan budaya masyarakat yang masih tersisa.

Taman Nasional Kayan Mentarang  ini berada di Puttusibau ini ditetapkan pertama kali pada tahun 1980 sebagai Cagar Alam oleh Menteri Pertanian Indonesia.

Kemudian pada tahun 1996, atas desakan masyarakat lokal (adat) dan rekomendasi dari WWF, kawasan ini diubah statusnya menjadi Taman Nasional agar kepentingan masyarakat lokal dapat diakomodasikan.

Dengan luas lahan sekitar 1,35 juta hektare, hamparan hutan ini membentang di bagian utara Provinsi Kalimantan Utara, tepatnya di wilayah Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Bulungan, berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Lutung Bangat di Taman Nasional Kayan Mentarang

Lutung Bangat di Taman Nasional Kayan Mentarang – foto @yohanesbaptistae

Sebagian besar kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang masuk dalam Kabupaten Malinau dan sebagian lagi masuk dalam Kabupaten Nunukan. Potensi wisata di Taman Nasional Kayan Mentarang ialah Hulu Pujungan, Hulu Krayan dan Hulu Kayan/Datadian.

Taman Nasional Kayan Mentarang memiliki kawasan hutan primer dan skunder tua terbesar yang masih tersisa di Pulau Borneo dan kawasan Asia Tenggara.

Nama Kayan Mentarang diambil dari dua nama sungai penting yang ada di kawasan taman nasional, yaitu Sungai Kayan di sebelah selatan dan Sungai Mentarang di sebelah utara.

Di dalam Taman Nasional Kayan Mentarang ditemukan beraneka ragam budaya yang merupakan warisan budaya yang bernilai tinggi untuk dilestarikan.

Sekitar 21.000 orang dari bermacam etnik dan sub kelompok bahasa, yang dikenal sebagai suku Dayak, bermukim di dalam dan disekitar taman nasional.

Komunitas Dayak, seperti suku Kenyah, Kayan, Lundayeh, Tagel, Saben dan Punan, Badeng, Bakung, Makulit, Makasan mendiami sekitar 50 desa yang ada di dalam kawasan TNKM.

6. Taman Nasional Betung Kerihun – 8,000 km² (1995)

taman nasional Betung Kerihun

taman nasional Betung Kerihun – foto ig @danzperdana

Taman Nasional Betung Kerihun (sebelumnya Gunung Bentuang) adalah taman nasional yang terletak di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Taman nasional ini didirikan pada tahun 1992, dan memiliki wilayah seluas 8.000 km² (3.100 mil²). Bersama dengan Lanjak Entimau di Malaysia, taman nasional ini telah diusulkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

7. Taman Nasional Gunung Leuser – 7.927 km² (1980)

Taman Nasional Gunung Leuser

Taman Nasional Gunung Leuser – foto ig @furkyrs

Taman Nasional Gunung Leuser biasa disingkat TNGL adalah salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia seluas 1.094.692 hektare yang secara administrasi pemerintahan terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Provinsi Aceh yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tamiang, sedangkan Provinsi Sumatera Utara yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Dairi, Karo, dan Langkat.

Taman nasional ini mengambil nama dari Gunung Leuser yang menjulang tinggi dengan ketinggian 3404 meter di atas permukaan laut di Aceh.

8. Taman Nasional Sebangau – 5.687 m² (2004)

Cara Mengunjungi Taman Nasional Sebangau

Mengunjungi Taman Nasional Sebangau

Taman Nasional Sebangau merupakan salah satu Taman Nasional yang terletak di Kalimantan Tengah, Indonesia. Posisinya di antara Sungai Sebangau dan Sungai Katingan.

Secara administratif, Taman Nasional Sebangau terletak di Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau & Kota Palangka Raya di provinsi Kalimantan Tengah. Taman Nasional Sebangau mempunyai luas membentang sekitar 568.700 hektare

9. Taman Nasional Taka Bonerate – 5.308 km² (2001)

Taman Nasional Taka Bonerate

Taman Nasional Taka Bonerate – foto ig @riaqorina

Taman Nasional Taka Bonerate adalah taman laut yang mempunyai kawasan atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Luas total dari atol ini 220.000 hektare dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 km².

Kawasan ini terletak di Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Sejak Tahun 2005 Taman Nasional Taka Bonerate telah di calonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.

10. Taman Nasional Tanjung Puting – 4.150 km² (1982)

Orang Hutan di Taman Nasional Tanjung Puting

Orang Hutan di Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah.

Tanjung Puting pada awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa yang ditetapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937.

Kemudian tanggal 25 Oktober 1996, Tanjung Puting ditunjuk sebagai Taman Nasional dengan luas seluruhnya 415.040 ha. Secara geografis terletak di Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat serta di Kecamatan Hanau, Danau Sembuluh, dan Seruyan Hilir di Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah.

11. Taman Nasional Wasur – 4.138 km² (1990)

Gerbang Taman Nasional Wasur

Taman Nasional Wasur merupakan Taman Nasional di Merauke Papua dan bagian dari lahan basah terbesar di Papua dan sedikit terganggu oleh aktivitas manusia, ini disebabkan oleh adanya masyarakat adat yang bertempat tinggal di dalam kawasan dan merupakan pemilik hak ulayat hutan adat.

Biodiversitasnya membuat taman ini dijuluki sebagai “Serengeti Papua”. Sekitar 70% dari luas wilayah ini terdiri dari sabana, sementara vegetasi lainnya merupakan hutan rawa-rawa, hutan monsoon, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan sagu. Tamana yang dominan meliputi spesies mangrove, Terminalia dan Melaleuca.

***

Itulah Tadi Daftar 10 Taman Nasional Terluas Di Indonesia. Diantara Ke Sepuluh Taman Nasional Terluas Diatas, Mana Yang Pernah Kalian Kunjungi ?

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of