KATA OMED

Ini dia Kue Rambut, Cemilan Enak dari Alor

Kue Rambut memang terdengar sedikit aneh terlebih dari namanya, Rambut. Kuliner dari Kabupaten Alor satu ini adalah salah satu yang menurutku paling rekomended buat dicoba terutama untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Selain ringan dan simple buat dibawa, rasanya juga enak.

Kue rambut dari Alor

Bahan dan Cara membuat Kue Rambut

Kue Rambut dibuat dari campuran tepung beras, gula aren, santan, air nira, garam dan minyak goreng. Semua bahan dicampur dan diaduk rata hingga menyatu. Nah agar bisa berbentuk seperti rambut-rambut yang saling terhubung maka adonan harus dicetak dengan batok atau kaleng yang sudah dilubangi sebelumnya.

Baca JugaIni dia Wisata Alam yang unik di Alor, Tuti Adagai

Kue Rambut yang saya campur dengan Jagung Titi dan Kenari

Minyak yang digunakan untuk menggorengnya pun harus banyak dan harus panas. Tujuanya adalah agar saat adonan keluar dari cetakan maka langsung mengucur dan langsung kering, sehingga tidak gosong atau mentah.

Baca JugaUniknya Desa Adat Takpala yang masih bertahan di Alor

Untuk Rasanya sendiri, Kue Rambut bisa dibilang cocok dilidah semua orang. Tidak terlalu Manis dan lengket apalagi baunya juga tidak menyengat. Kue Rambut biasanya dihidangkan bersama kopi atau teh saat berkumpul bersama keluarga.

Dimana Bisa mendapatkan Kue Rambut

Karena Kue Rambut mudah dibuat dan menjadi cemilan warga Alor maka sangat mudah didapatkan. Selain dipenjual kue, kue rambut biasanya di jual dipasar tradisional. Untuk harganya juga sangat murah. Biasanya Rp 5000 akan mendapat 3 buah kue rambut ukuran besar.

Belanja Kue Rambut di Pasar Tradisional Alor

Waktu itu saya mendapatkan Kue Rambut dipasar Tradisional di Kota Kalabahi. Disana banyak penjual Kue Rambut dan Kuliner lainnya seperti Jagung Titi, Kacang Kenari dan Kue-kue lainnya. Saya membeli 1 box Plastik berisi 15 Buah dengan harga hanya Rp 20.000, murah kan.

Share Artikel ini lewat
  •  
  •  
  •  
  •  

Omed

Bapaknya komunitas Backpacker Jakarta yang hanya ingin menceritakan pengalaman saya berkeliling Indonesia selama 360 Hari ke 34 Provinsi dan lebih dari 380 Kabupaten atau kota se Indonesia. Jangan lupa Follow Instagram @kataomed untuk melihat aktivitas dan keseharian saya

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of