KATA OMED

Info Pendakian Gunung Sangeang Bima Dan Rutenya

Gunung Sangeang adalah sebuah gunung berapi yang berada diwilayah kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Mesti tidak begitu terkenal dikalangan para pendaki, namun cukup banyak pendaki yang tertantang untuk mencoba keterjalan treknya.

Bagi para pendaki yang pernah menaikinya, keindahan gunung ini adalah salah satu yang tidak bisa dilupakan begitu saja.

Selain itu, terdapat pula fakta – fakta menarik yang ada di dalamnya. Beberapa diantaranya, adalah berikut ini.

Baca Juga:

Pendakian Gunung Sangeang Bima NTB - Photo by Wanita dan Gunung

Pendakian Gunung Sangeang Bima NTB – Photo by Wanita dan Gunung

Fakta Menarik Tentang Gunung Sangeang

Gunung Sangeang berada di Pulau Sangeang. Pulau Sangeang merupakan bagian dari Kepulauan Sunda Kecil.

Pulau Sangeang ini terletak sebelah timur laut dari Sumbawa di Laut Flores, dengan lebar 13 kilometer dan luas 153 km2.

Berikut ini adalah beberapa Fakta Menarik Tentang Gunung Sangeang yang harus kamu ketahui.

1. Memiliki Dua Kerucut Vulkanik

Pendakian Gunung Sangeang Dengan Keindahan Alamnya - Photo by 2 POS

Pendakian Gunung Sangeang Dengan Keindahan Alamnya – Photo by 2 POS

Lokasi gunung ini berada di NTB, atau tepatnya di Pulau Sangeang yang masih menjadi bagian dari Kepulauan Sunda Kecil.

Pulau ini berlokasi di timur laut dari Sumbawa, yaitu di Laut Flores Kabupaten Bima.

Tampilannya yang megah, membuat gunung ini terlihat menarik untuk dikunjungi. Terlebih lagi, keindahan panorama alamnya yang hijau, sangat indah untuk dipandang.

Gunung ini juga memiliki dua macam kerucut vulkanik yang gagah.

Kerucut yang pertama adalah Doro Api, yang berada di ketinggian 1.949 mdpl, atau sama dengan 6.394 kaki.

Sedangkan yang kedua adalah Doro Mantoi, dengan ketinggian 1.795 mdpl 5.889 kaki.

2. Sudah Pernah Meletus

Gunung vulkanik Sangeang ini termasuk masih aktif, sehingga bisa mengalami erupsi kapan saja.

Berdasarkan sejarah, Sangeang pernah meletus sebanyak 17 kali. Yang pertama terjadi di tahun 1512 dan 1989, hingga yang terakhir pada 2012 dan 2014 lalu.

3. Memiliki Busur Kepulauan Yang Unik

Pendakian Gunung Sangeang

Pendakian Gunung Sangeang – foto irfan fey (lengaDORO)

Keunikan lain dari Gunung Sangeang adalah, busur kepulauannya yang terjadi dari hasil pertemuan lempeng tektonik Sunda dan Australia.

Interaksi antara kedua lempeng tersebut terjadi dengan cara yang tidak biasa, hingga pada sisi utaranya membentuk back art thrust.

Yaitu sesar Flores pada sisi barat, dan sesar Alor di sebelah sisi timur.

4. Tidak Berpenghuni

Gunung Api Sangeang

Gunung Api Sangeang – foto thierry dockx

Busur kepulauan dimana Gunung Sangeang berdiri, ternyata dikelilingi oleh banyak sumber gempa tektonik yang besar.

Sumber gempa nya, berada di sepanjang sisi selatan dan utara.

Sumber gempa sisi bagian selatan, dikenal sebagai zona subduksi. Sedangkan pada bagian utara, dikenal sebagai sesar sungkup.

Untuk fakta lainnya, diketahui bahwa Pulau Sangeang tidak berpenghuni.

Hal tersebut terjadi, karena ada hubungannya dengan histori meletusnya Gunung Sangeang, hingga menimbulkan korban dan evakuasi besar – besaran.

Meski begitu, tetap ada penduduk yang memanfaatkannya di siang hari, untuk membuatnya sebagai lahan pertanian.

Pendakian Gunung Sangeang Bima

Pendakian Gunung Sangeang Bima

Pendakian Gunung Sangeang Bima – irfan fey (lengaDORO)

Gunung Sangeang atau Sangeang Api merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Kepulauan Sunda Kecil.

Gunung Sangeang memiliki dua kerucut vulkanik berbeda yakni Doro Api yang memiliki ketinggian 1.949 meter (6.394 kaki) dan Doro Mantoi yang memiliki ketinggian 1.795 m (5.889 ft).

Gunung ini sendiri terakhir meletus pada tahun 2014 lalu dan membuat sebagai warga yang berada di sekitar kawasan gunung sangeang di ungsikan.

Gunung Sangeang memang buka gunung pendakian umum karena butuh guide khusus dan waktu pendakian yang aman.

Selain itu perlu adanya izin khsus jika ingin mendaki gunung api yang masih sangat aktif ini.

Nah untuk Estimasi waktu pendakian Gunung Sangeang adalah sekitar 5-6 jam perjalanan sampai pos terakhir camp.

Jalur Pendakian Gunung Sangeang Bima

Jalur Pendakian Gunung Sangeang Bima – shony Koesong Toejoh

Untuk mendaki gunung Sangeang atau pendakian ke Sangeang Api, ada beberapa pos yang akan kita lewati untuk sampai kepuncaknya.

  1. Pos Tengengeng
  2. Pos Padang Ilalang
  3. Pos Bascamp
  4. Puncak Sangeang

Pendakian pertama bisa melalui pos tengengeng hingga sampai ke pos bascamp yang akan memakan waktu -+ 5 jam perjalanan.

Hal ini dikarenakan medan sangat sulit dan masihs angat alami. Jadi bagi kalian yang akan mendaki gunung sangiang, disarankan ngecamp di antara pos Bascamp.

Selanjutnya pendakian kembali dilakukan pada dini hari untuk summit ke puncak gunung sangiang.

Pendakian Gunung Sangeang di Bima

Pendakian Gunung Sangeang di Bima – irfan fey (lengaDORO)

Salah satu jalur track yang paling sulit adalah jalur sirotolmustakim.

Dimana jika kita melalui jalur ini, kita akan menemukan banyak jalan yang di apit oleh tebing besar di sisi kanan kiri dan juga akan melalui jalur trek pasir atau krikil.

Pasir dan kerikil ini adalah bekas erupsi gunung sangian. Jadi jangan lupa kamu wajib memakai sepatu Heavy Boot.

Cara Menuju Gunung Sangeang

Cara Menuju Gunung Sangeang

Cara Menuju Gunung Sangeang – Mufi Bustomi Anam

Banyak yang menanyakan bagaimana cara agar kita bisa sampai di pulau Sangeang atau gunung Sangeang Bima.

Nah Untuk bisa mencapai lokasi gunung sangeang, kini sudah tersedia beberapa pilihan transpotasi yang bisa kamu gunakan.

Untuk mempersingkat waktu, kalian bisa menggunakan pesawat dari Jakarta bisa menuju ke Bima ( CGK – BMU) atau Jakarta – Lombok / Jakarta – Bali dan kemudian dilanjutkan flight Bali/ Lombok – Bima.

Jika kalian sudah samapai di bandara Bima, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan traspotasi darat atau naik taxi atau ojek menuju kecamatan Wera dengan jarak tempuh -+ 60km.

Nah lama perjalanannya sekitar 2 – 3 jam dari Bandar Udara Bima.

Kemudian setelah sampai di Wera, kita tinggal melanjutkan perjalanan menuju ke arah desa Sangiang darat dengan ojek lokal.

Etss, kalian belum tiba di kawasan Pulau Sangeang loh, kalian masih harus menyebrang ke pulau yang menjadi lokasi Gunung Sangeang.

Pendakian ke Gunung Sangeang

Pendakian ke Gunung Sangeang- Andre Gifaris

Perjalanan dari sangiang darat menuju gunung sangiang ini kita harus naik perahu lagi.

Kita bisa naik perahu nelayan atau juga bisa naik Boat lokal.

Jika kita naik perahu nelayan bisa memakan waktu yang lama dan jika naik Boat hanya butuh waktu kurang lebih 50 menit tidak sampai 1 jam.

Estimasi biaya sewanya adalah sekitar 600k untuk perahu nelayan dan untuk Boat sendiri di range 800k – 1200k.

Keindahan Gunung Sangeang Bima

Keindahan Gunung Sangeang - Photo by Tripzilla

Keindahan Gunung Sangeang – Photo by Tripzilla

Beberapa keindahan yang dapat dinikmati di gunung dan Pulau Sangeang, diantaranya adalah sebagai berikut:

Kawasan Konservasi

Para pecinta alam yang melakukan pendakian di gunung ini, telah mengenal Sangeang sebagai
kawasan konservasi.

Selain itu, gunung ini juga terkenal akan keindahannya yang sangat menakjubkan. Dari puncaknya, akan terlihat panorama Pulau Sangeang yang Instagramable!

Topografi Yang Mirip Perbukitan

Keindahan Pulau Sangeang juga bisa bentuk topografinya yang berundak – undak. Kemiringan lerengnya bersudut lebih dari 45 derajat, terutama yang terletak di tengah, timur, dan utara.

Sedangkan di sisi selatan, lerengnya masih relatif datar, yaitu di bawah 30 derajat.

Kaya Akan Ekosistem

Pulau Sangiang juga memiliki ekosistem yang kaya akan flora dan faunanya.

Beberapa jenis flora, diantaranya seperti kesambi, ketimis, banten, waru laut, beringin, dan lainnya. Dari segi fauna, Pulau Sangiang juga terkenal sebagai rumah atau habitat bagi 12 jenis burung predator.

Aktivitas di Gunung Sangeang

Gunung Sangeang

Gunung Sangeang – sebut saja riph

Saat cuaca cerah, banyak aktivitas yang dapat dilakukan disini, seperti memancing hingga menyelam.

Kita bisa menikmati terumbu karang yang sehat dan warna warni ikan merupakan kegiatan yang sering dilakukan wisatawan ketika berkunjung ke Sangeang.

Selain itu, gunung itu juga sering menjadi tempat camping para pendaki. Saat malam tiba, mereka dapat merasakan sensasi tidur sambil menatap bulan dan bintang.

Bicara soal senja dan juga sunrise, Kawasan sekitar Gunung Sangeang ini juaranya.

Kita bisa menyaksiskan langsung matahari terbenam maupun matahari terbit dari sekitar gunung maupun dari tepi pantai dikaki gunung sangeang.

Legenda Gunung Sangeang

Wisata di Gunung Sangeang

Wisata di Gunung Sangeang – foto Mufi Bustomi Anam

Legenda mengatakan, bahwa keindahan Sangeang berasal dari hasil pertikaian dua orang yang kapalnya saling bertabrakan di perairan pulaunya.

Dua orang yang bertikai tersebut, bernama Safiri Gadi dan Safiri Sango yang bertikai hingga seluruh anak buahnya tewas.

Ketika hanya tinggal mereka berdua, keduanya menyadari bahwa mereka adalah bersaudara kandung sebagai kakak beradik.

Mereka berdua datang ke Sangiang untuk saling menemukan.

Mereka pun akhirnya berdamai, dan menghidupkan Sangiang dengan kapal yang diubah menjadi Gunung Sangeangapi.

Setelah itu, hewan dan tumbuhan pun mulai memenuhi seluruh pulau.

Namun terlepas dari seluruh mitos tersebut, Pulau dan Gunung Sangeang mulai populer karena keelokan alamnya yang fenomenal.

Baca Juga:

Demikianlah, ulasan mengenai pendakian Gunung Sangeang Bima, yang terkenal dikalangan para pecinta alam karena keindahan alamnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of