KATA OMED

4 Cerita Rakyat Dari Papua yang Terkenal

Kota Papua selain menyimpan wisata alamnya yang luar biasa seperti salah satunya Pulau Raja Ampat yang ada di Papua Barat.

Papua juga menyimpan cerita atau legenda rakyat Papua yang mungkin belum kalian ketahui sebelumnya.

Beberapa cerita rakyat dari Papua ini sangat beragam, menginspiratif dan asyik untuk diikuti.

Inilah 4 ringkasan cerita rakyat dari Papua yang terkenal:

1. Legenda Biwar Sang Penakluk Naga

Legenda Biwar Sang Penakluk Naga

Legenda Biwar Sang Penakluk Naga

Cerita Rakyat Dari Papua yang Terkenal yang pertama adalah Legenda Biwar Sang Penakluk Naga. Legenda ini mengisahkan tentang seorang pemuda asal Papua yang berhasil mengalahkan Naga.

Kisah ini berawal dari pada jaman dahulu kala ada seorang pemuda yang bernama Biwar dari Mimika Papua.

Alkisah pemuda ini dikisahkan telah bertarung dengan naga di suatu gua di pedalaman Papua sana.

Naga ini konon telah membunuh Ayah dan juga pamannya.

Akhir kisah Naga tersebut berhasil Biwar tikam hingga kepalanya nyaris putus.

Lalu kemudian naga itu dipendam  atau dikubur dengan bebatuan di dalam gua tersebut.

Hingga pada akhirnya Biwar disambut oleh warga desa dengan meriah. Kini akhirnya desa itu pun aman sentosa dari ancaman naga yang jahat.

2. Asal Usul Irian

asal usul irian, cerita rakyat dari papua

asal usul irian, cerita rakyat dari papua

Cerita Rakyat Dari Papua yang Terkenal selanjutnya adalah legenda tentang Asal Usul Irian.

Pada suatu hari di daerah Biak barat di kampung Sopen ada seseorang yang bernama Mananamakrdi.

Konon orang ini dibenci oleh masyarakat karena penyakit kudis hingga akhirnya dia pun di usir dari desa.

Singkat cerita, dia tinggal di Pulau Miokbudi di Biak Timur dan membangun rumah sebagai tempat berteduh.

Namun pada suatu hari bahan makannan yang ia punyai telah hilang dicuri oleh orang lain.

Ternyata yang mencuri bahan makananya adalah sosok peri.

Kepada peri itu, Mananamakrdi meminta Istri yang cantik dan penyakit kudisnya pun sembuh.

Dengan berbagai perjalanan , singkat cerita ternyata memang terbukti benar, ia memiliki istri dan sembuh.

Akhir kisah, kini laki-laki itu
memiliki seorang anak yang pada suatu hari menemukan daratan papua yang di teriaki Iriaan.

Nama Iriaan yang dikenal di bahasa Biak berarti Panas dan setelah itu pulau Papua disebut dengan nama Irian.

3. Legenda Buaya Ajaib Sungai Tami

Legenda Buaya Ajaib Sungai Tami

Legenda Buaya Ajaib Sungai Tami, foto: ceritanakindo.com

Cerita Rakyat Dari Papua lainnya yang juga cukup terkenal adalah Legenda Buaya Ajaib Sungai Tami.

Pada suatu hari dikisahkan ada sepasang suami istri yang mengalami kesulitan untuk melahirkan.

Sebab, karena anaknya terlalu besar dan sulit keluar, akhirnya dia diperintahkan untuk mencari rumput air ke sungai Tami.

Di sebuah tepi sungai saat pria itu mencari rumput air, tiba-tiba di belakangnya ada sesosok buaya yang besar sekali.

Namun anehnya, di sekujur tubuhnya di tumbuhi bulu seperti burung Kaswari.

Tanpa pikir panjang, pria itu bergegas untuk lari namun,  si buaya ajaib itu tiba-tiba berbicara, “Tunggu dulu,”.

Buaya itu pun meminta tolong pada pria itu agar melepaskanya dari jepitan batu.

Pada akhirnya pria itu melepasnya dari himpitan batu.

Alhasil, buaya itupun mengantarkan rumput air kerumahnya hingga mereka pun bersahabat.

Akhir kisah, hingga kini anak turun pria itu masih menjaga anak turun buaya itu dan melarang adanya pemburuan atas buaya di sungai Tami.

4. Asal Usul Burung Cendrawasih

Asal usul burung Cendrawasih

Asal usul burung Cendrawasih, foto: Ig/@nilantazil

Cerita Rakyat Dari Papua terakhir adalah legenda tentang Asal usul burung Cendrawasih. Pada jaman dahulu kala di daerah Fak Fak, tepatnya di pengunungan Bumperi hiduplah seorang perempuan tua bersama seekor anjing betina.

Singkat cerita, tiba-tiba sang wanita itu hamil tanpa penyebab dan lahirlah seorang laki-laki bernama Kweiya.

Beberapa tahun kemudian Kweiya bertemu dengan seseorang laki-laki.

Lalu, Kweiya ahirnya mengenalkan pria itu dengan ibunya dan pada akhirnya mereka menikah hingga memiliki dua anak.

Namun seiring berjalanya waktu, adik tiri Kweiya memiliki sifat iri dengki pada Kweiya.

Hingga pada suatu hari mereka menyeraang Kweiya.Kesal karena tubuh kweiya penuh luka akibat serangan kedua adiknya.

Pada akhirnya kweiya bersembunyi di sudut rumah dan mengikat tubuhnya dengan kulit pohon “Pogak nggein”.

Kemudian pada saat orangtuanya pulang dan mencari Kweiya.

Mereka justru melihat Kweiya menjadi seekor burung aneh yang berbunyi “Eek ek ek ek”.

Akhir kisah ibunya menyadari akan apa yang terjadi sambil menangis tersedu-sedu.

Melihat anaknya berubah menjadi burung, ibunya pun ingin ikut. Pada akhirnya ibunya pun berubah menjadi burung Cendrawasih.

Begitulah ringkas cerita tentang cendrawasih.

 

Sumber: paragram.id

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of