KATA OMED

Mengenal Suku Komering Dan Budayanya

Suku Komering, merupakan salah satu dari sekian suku asli di Sumatera Selatan, yang berdiam di sepanjang aliran Sungai Komering.

Seperti halnya suku-suku di Sumatera Selatan, karakter suku ini adalah penjelajah. Sehingga, penyebarannya cukup luas hingga ke Lampung.

kehiduan masyarakat Suku Komering di sungai Komering

kehiduan masyarakat Suku Komering di sungai Komering- foto ig @mastur_combring

Beberapa marga yang menjadi bagian dari suku ini, diantaranya seperti Marga Paku Sengkunyit, Sosoh Buay Rayap, dan banyak lagi lainnya.

Sedangkan wilayah budayanya, merupakan yang paling luas, dibandingkan dengan beberapa suku lainnya di Sumatra Selatan.

Baca Juga:

Sekilas Tentang Suku Komering

Budaya Suku Komering

Budaya Suku Komering – Photo by The Bride

Selain di Sumatera Selatan, suku ini juga memiliki populasi yang besar di wilayah Lampung. Namun, namanya lebih terkenal sebagai Suku Lampung. Walaupun di Sumatera Selatan, sebutannya adalah Suku Komering.

Masyarakat Komering, termasuk dalam etnik Melayu Tua atau Proto Melayu. Selain itu, mereka juga berasal dari nenek moyang yang sama, dengan Suku Batak dan Bugis.

Nama Komering berasal dari Sungai Komering, karena kehidupan mereka yang sangat bergantung pada sungai itu.

Sebagian besar dari populasinya, memang hidup di pinggiran sungai Sumatera Selatan. Dan bahasa yang dipakai, adalah Bahasa Komering.

Sungai memang merupakan bagian dari suku ini, melihat dari mata pencahariannya yang banyak menjadi pencari ikan di sungai. Walaupun, sebagian dari masyarakatnya, ada juga yang menjadi petani

Asal Mula Nama Komering

Budaya Sumatera Selatan - Suku Komering

Budaya Sumatera Selatan – Suku Komering – Photo by Berbol

Komering berasal dari bahasa India, yang berarti “Pinang”. Karena sebelum abad ke 9, wilayah tempat masyarakatnya tinggal, marak dengan perdagangan Buah Pinang, yang dibawa oleh para pedagang dari India.

Kemudian, para pedagang tersebut dimakamkan di dekat pertemuan sungai Selabung dan Waisaka, di hulu Kota Muara Dua. Dari makam tersebut, terdapat sungai yang mengalir hingga Ke Muara Minanga.

Dan sejak saat itu, semua penghuni di sepanjang pinggiran sungai tersebut, disebut sebagai Orang Komering, dan wilayahnya dinamakan Daerah Komering.

Kekeluargaan Suku Komering

pakaian adat Suku Komering

pakaian adat Suku Komering – foto ig @benituah

Suku komering merupakan salah satu suku yang masih memegang teguh kebudayaan dan adat istiadatnya. Prinsip garis keturunan masyarakat ini adalah patrilineal. Akan tetapi, dalam sistem perkawinan, sering pula terjadi prinsip matrilineal, yang mereka sebut “Ngakuk Anak”.

Apabila sebuah keluarga tidak dikaruniai anak laki-laki, maka pada saat anak perempuannya menikah, akan diadakan perjanjian dengan mempelai pria.

Isinya adalah, bahwa sang suami harus tinggal di rumah pihak isteri. Dan apabila keturunan mereka adalah  anak laki-laki, maka anaknya akan menjadi pewaris keturunan pihak sang istri.

Budaya Arak-Arakan Suku Komering

Budaya Arak-Arakan Suku Komering

Budaya Arak-Arakan Suku Komering – Photo by Global Planet

Ciri khas lain yang cukup menarik dari masyarakat Komering adalah, tata cara pernikahannya, yang sarat akan budaya. Ada beberapa proses pernikahan yang masih dilaksanakan hingga saat ini, yaitu berupa arak-arakan pengantin.

Tradisi tersebut, merupakan bagian dari proses pawai atau berjalan kaki ramai-ramai. Semuanya dilakukan oleh para tokoh adat, masyarakat, pejabat, dan juga termasuk para tamu atau undangan yang hadir, saat  acara pernikahan.

ritual adat pernikahan Suku Komering

ritual adat pernikahan Suku Komering – foto ig @isyanapopoali

Arak-arakan dilakukan, sebagai ungkapan rasa bahagia, terhadap pasangan mempelai yang menikah, dan juga atas kedatangan para tamu.

Dalam suasana arak-arakan tersebut, akan diiringi dengan lantunan musik tradisional, seperti Kolintang, Pendekar Pincak, Penari Tigol dan Pengawal yang bersenjata. Tentunya, setiap pemusik dan penari tersebut, akan membawa atributnya masing-masing.

Dalam prosesi tersebut, juga terdapat singgasana, untuk mengangkat sang pengantin, maupun orang yang dihormati, selama arak-arakan berlangsung.

Baca Juga:

Nah Sobat, demikianlah ulasan tentang Suku Komering dan budayanya yang sangat kaya. Semoga dapat menjadi bahan referensi berguna, dan menambah wawasan ilmu, bagi kita semua.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of