12 Suku di Pulau Jawa Dan Jumlah Penduduknya

Ada banyak sekali suku di pulau Jawa yang masih bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Mungkin bagi sebagian orang hanya tau kalo Pulau Jawa dihuni oleh Sku Jawa dan Suku Sunda saja. Padahal di pulau Jawa dan sekitarnya tercatat ada 12 lebih suku yang berbeda-beda.

Suku di Jawa memang paling banyak penduduknya adalah Suku Jawa yang ada di provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah dan suku lainnya adalah suku Sunda yang ada di provinsi Jawa Barat.

Baca Juga ya :

suku di pulau jawa adalah suku jawa

suku terbesar di pulau jawa adalah suku jawa

Meski demikian, dibandingkan dengan jumlah penduduk suku lainnya di Indonsia, beberapa suku di pulau jawa bahkan ada yang lebih banyak jumlahnya seperti suku Madura dan suku Betawi.

Nah mau tau apa lagi suku-sukui yang ada di pulau jawa? Simak ulasanya berikut ini.

SEKILAS TENTANG PULAU JAWA

Pulau Jawa adalah salah satu pulau Terpadat di dunia dan bahkan terpadat di Indonesia. Tercatat ada lebih dari 150 juta jiwa yang mendiami pulau ini.

Baca Juga ya :

peta pulau jawa

peta pulau jawa

Ada 6 Provinsi di pulau jawa yakni provinsi DKI Jakarta yang juga menjadi ibu kota negara Indonesia, lalu ada Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan provinsi Banten.

Meskipun Pulau Jawa hanya menempati urutan ke-5 sebagai pulau terluas di Indonesia, namun justru Pulau Jawa dihuni oleh 60% penduduk Indonesia secara keseluruhan.

Pulau Jawa bertetangga dengan Sumatra di sebelah barat, Bali di timur, Kalimantan di utara, dan Pulau Natal di selatan. Pulau Jawa juga menjadi pulau ke-13 terbesar di dunia.

Perairan yang mengelilingi pulau ini ialah Laut Jawa di utara, Selat Sunda di barat, Samudera Hindia di selatan, serta Selat Bali dan Selat Madura di timur.

SUKU-SUKU DI PULAU JAWA

Berikut ini daftar nama suku-suku yang ada di pulau Jawa beserta estimasi jumlah warganya.

Oh ya perlu dicatat bawah info  Suku dibawah ini bisa mengalami penambahan atau pengurangan penduduk jadi disesuaikan kembali dengan waktu dan kondisi.

1. Suku Jawa – 75.730.000 Jiwa

Suku Jawa

Suku Jawa – foto milik @lukman.kebumen1

Tentunya Suku Jawa adalah suku terbesar di pulau Jawa. Suku Jawa juga menjadi  suku bangsa terbesar di Indonesia dimana hampir 40,22% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa. Tercatat ada 95.217.022 penduduk indonesia yang beretnis suku Jawa.

Suku Jawa banyak yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Indramayu di Jawa Barat dan Kota Serang, Cilegon di Banten serta dibeberapa kota lainnya di pulau Jawa.

Total ada lebih dari 75.730.000 penduduk di pulau Jawa yang yang bersuku Jawa.

Selain tersebar hampir di seluruh pelosok negri Indonesia, suku Jawa juga ada di negara Kaledonia Baru, Oseania dan Suriname, Amerika Selatan karena pada masa kolonial Belanda suku ini dibawa ke sana sebagai pekerja buruh.

Bahkan Saat ini suku Jawa di Suriname menjadi salah satu suku terbesar di sana dan dikenal sebagai Jawa Suriname. Ada juga sejumlah besar suku Jawa di sebagian besar provinsi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, dan Belanda.

Mayoritas orang Jawa adalah umat Islam, dengan beberapa minoritas yaitu Kristen, Kejawen, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Meskipun demikian, peradaban orang Jawa telah dipengaruhi oleh lebih dari seribu tahun interaksi antara budaya Kejawen dan Hindu-Buddha, dan pengaruh ini masih terlihat dalam sejarah, budaya, tradisi, dan bentuk kesenian Jawa.

2. Suku Sunda – 35.950.000 Jiwa

Suku Sunda

Suku Sunda – foto milik @yd_photography2

Manjadi Suku terbanyak kedua dipulau Jawa, Suku Sunda mendiami hampir seleuruh wilayah provinsi Jawa Barat,Banten dan DKI Jakarta.

Suku Sunda juga merupakan suku terbesar kedua di Indonesia setelah suku Jawa. Secara keseluruhan orang yang bersuku Sunda ada lebih dari 36.701.670  dan yang hanya di pulau Jawa saja tercatat ada sekitar hampir 36 juta jiwa.

Mayoritas orang Sunda biasanya beragama Islam atau sekitar 99,8%. Seentara Agama Sunda lainya adalah Sunda Wiwitan yang masih bertahan di beberapa komunitas pedesaan suku Sunda, seperti di Kuningan dan masyarakat Sunda di Baduy lebak Banten.

Orang Sunda cukup cukup terkenal dibeberapa bisang seperti di bidang budaya yaitu banyaknya penyanyi, musisi, aktor dan aktris dari etnis Sunda, yang memiliki prestasi di tingkat nasional, maupun internasional.

3. Suku Betawi – 6.807.968

Suku Betawi , salah satu suku di pulau Jawa

Suku Betawi , salah satu suku di pulau Jawa – foto milik @abnon.selatan

Salah satu suku di pulau Jawa yang berada di pusat ibu kota negara Indonesia yakni provinisi DKI Jakarta merupakan salah satu suku terbesar di pulau Jawa.

Suku Betawi sendiri berasal dari perpaduan atau campuran antar etnis dan bangsa di masa lalu.

Suku Betawi merupakan pendatang baru yaitu keturunan kaum berdarah campuran seperti dari Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu dan Tionghoa dan India.

Suku Betawi banyak tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, dan sekitarnya.

Suku Betawi menjadi identitas asli penduduk Jakarta meski kini banyak tersingkirkan oleh penduduk pendatang namun mereka tetap berada diwilayah Jabodetabek atau disekitaran Jakarta.

4. Suku Madura – 6.661.000 Jiwa

Suku Madura

Suku Madura – foto milik @usg_image

Suku terbesar di pulau Jawa selanjutnya datang dari Suku Madura yang juga merupakan salah satu etnis terbesar di Indonesia.

Jumlah penduduk yang bersuku Madura diperkirakan mencapair 7.179.356 juta jiwa yang tersebar diseluruh Indonesia berdasarkan sensus tahun 2010.

Namun khusus di pulau Jawa sendiri, jumlah penduduk yang bersuku Madura mencapai 6.661.000 Jiwa dengan konsentrasi penyebaran terbanyak di Jawa Timur.

Suku Madura berasal dari Pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya yang ada di sebelah utara pulau Jawa.

Meski Suku Madura banyak di Jawa Timur namun suku madura juga terkenal diberbagai wilayah atau kota-kota di Pula Jawa.

Mayoritas masyarakat suku Madura hampir 100 % beragama Islam, bahkan suku Madura yang tinggal di Madura bisa dikatakan 100 % muslim. Itulah mengapa di plau Madura sendiri banyak pesantren dan sekolah islami.

5. Suku Banten – 4.411.991 Jiwa

Suku Banten

Suku Banten – foto milik @taufik_budiman88

Suku terbesar kelima di pulau Jawa adalah Suku Banten. Masyarakat Suku Banten adalah masyarakat yang mendiami daerah kekuasaan Kesultanan Banten atau provinsi Banten.

Populasi Suku Banten di Indonesia berdasarkan sensus penduduk adalah 4.657.000 jiwa, atau sekitar 2,1% jumlah penduduk Indonesia dan lebih terkonsentrasi di provinisi Banten, Jawa Barat dan Lampung.

Sementara yang mendiami wilayah banten tercatat ada 4.321.991 dan secara keseluruhan di pulau Jawa suku Banten tercatat sekitar 4.411.991 jiwa.

Bahasa sehari – hari yang digunakan oleh Suku Banten adalah yakni Bahasa Banten dengan dialek Sunda yang lebih dekat pada Bahasa Sunda kasar.

Tarian adat suku Banten

Tarian adat suku Banten – foto milik @jakawiraguna_id

Banyak Kesenian yang dimiliki oleh Suku Banten terkenal cukup mengerikan, seperti misalnya kesenian Debus yang menampilkan para penari melakukan adegan ekstrim seperti memakan bara api, ditusuk, hingga diiris dengan parang meski mereka tidak merasa kesakitan.

Kesenian lain yang menjadi ciri khas Suku Banten adalah kesenian Rudad, Umbruk, Pencak Silat, Tari Topeng, Dzikir Saman, Angklung Gubrag, Dog – dog, Rampak Bedug, dan masih banyak eksenian unik lainnya.

Meski menampilkan kesenian yang cukup mengerikan, namun mayoritas masyarakat Suku Banten memeluk agama Islam.

Yang mana tidak lepas dari budaya keislaman yang begitu kental, karena Banten menjadi salah satu lokasi Kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa yakni Kesultanan Banten.

6. Suku Cirebon – 1.877.514  Jiwa

Suku Cirebon

Suku Cirebon – foto @ahbaburrosul_indonesia

Suku terbesar di pulau Jawa selanjutnya adalah Suku Cirebon yang berada di provinsi Jawa Barat. Pada sensus penduduk 2010 Suku Cirebon berjumlah 1.877.514 jiwa, dengan 961.406 laki-laki dan 916.108 perempuan.

Suku Cirebon merupakan perpaduan antara suku Jawa dan suku Sunda. Tetapi suku cirebon ini berbeda dari suku Sunda maupun suku Jawa.

Hal ini dapat dilihat dari jejak sejarah yang mengungkap bahwa nama Cirebon berasal dari kata Sarumban. Dimana Sarumban jika diucapkan menjadi caruban dan berkembang menjadi Cirebon yang berarti campuran.

Suku Cirebon banyak tersebar di sekitar Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka sebelah utara atau biasa disebut sebagai Wilayah Pakaleran.

Suku Cirebon juga banyak terdapat di wilayah lainnya seperti di Kabupaten Kuningan sebelah utara, Kabupaten Subang sebelah utara mulai dari Blanakan, Pamanukan, hingga Pusakanagara.

Sebagian Pesisir utara Kabupaten Karawang mulai dari Pesisir Pedes hingga Pesisir Cilamaya di Provinsi Jawa Barat dan di sekitar Kec. Losari di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

7. Suku Tengger – 500.000 Jiwa

Suku tengger di gunung bromo

Suku tengger di gunung bromo – foto milik @likinjay

Selanjutnya suku Tengger, yaitu suku beragama Hindu taat yang tinggal di sekitar wisata gunung Bromo,Jawa Timur. Suku ini menempati daerah Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Probolinggo dan Malang.

Suku Tengger adalah orang yang taat dalam ajaran agama, yaitu agama Hindu. Dimana, diyakini bahwa masyarakat suku ini adalah keturunan langsung dari Kerajaan Majapahit.

Nama “Tengger” sendiri diambil dari legenda Rara Anteng dan Jaka Seger. Dimana kata “Teng” diambil dari nama Rara Anteng, dan “Ger” diambil dari nama Jaka Seger.

Meskipun menganut ajaran agama Hindu, Wong Tengger tidak menerapkan sistem kasta. Karena, mereka merasa bahwa satu suku semua adalah bersaudara.

Budaya yang begitu kental dan masih dilakukan secara turun temurun adalah Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini dilakukan di sebuah pura di bawah kaki Gunung Bromo. Bagi Suku Tengger, Gunung Bromo adalah gunung suci.

Upacara ini dilakukan pada tanggal 14 atau 15 bulan kasodo atau kesepuluh dalam penanggalan Jawa. Dimana, upacara dilakukan pada tengah malam hingga dini hari.

8. Suku Osing – 302.542 Jiwa

Suku Osing salah satu suku di pulau jawa

Suku Osing salah satu suku di pulau jawa – foto milik @cindesutro

Suku Osing adalah salah satu suku di pulau Jawa khususnya berada di wilayah kabupaten Banyuwangi provinsi Jawa Timur. Suku Osing juga merupakan penduduk asli Banyuwangi atau juga disebut sebagai Laros alias Lare Osing.

Mungkin bagi sebagian orang suku Osing ini lebih dikenal sebagai Wong Blambangan karena Blambangan juga merupakan penduduk mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

Orang Osing menggunakan Bahasa Osing yang merupakan pengaruh dari bahasa Bali dan turunan langsung dari bahasa Jawa Kuno, sebagai bahasa sehari – hari mereka.

Tak heran jika ada beberapa perpaduan bahasa bali dan jawa pada bahasa suku osing.

Pada masa jatuhnya Majapahit, suku osing ini banyak lari ke beberapa tempat di wilayah Jawa Timur lainnya yaitu ke gunung Bromo, Bali, dan tetap bertahan di Blambangan (tempat suku Osing)  hingga lahirlah era kerajaan Hindu-Budha.

Suku Lare Osing dulunya menganut agama Hindu Budha sebagai pengaruh dari Kerjaan Majapahit.

Namun, setelah datangnya agama Islam, beberapa penduduk beralih memeluk agama Islam. Kini, mayoritas Suku Osing memeluk agama Islam, dan minoritas memeluk agama Hindu.

Budaya Suku Osing kental akan unsur mistik. Sebut saja kesenian Gandrung Banyuwangi, Seblang, Angklung, Tari Barong, Kuntulan, Patrol, Janger, Jaranan, Kendang Kempul, Angklung Caruk, Jedor, dan Jaran Kincak. Bahkan banyak wilayah di Banyuwangi cukup kental dengan nuansa mistiknya.

9. Suku Bawean – 70.167 Jiwa

Suku Bawean

Suku Bawean – foto milik @badruz_zaini

Satu lagi suku di pulau Jawa yang juga jarang dikenal oleh maysrakat pada umumnya yakni Suku Bawean. Suku Bawean adalah suku yang terbentuk karena percampuran antara keturunan Bugis, Makassar, Banjar, Madura, dan Jawa.

Jumlah penduduk di pulau Bawean tercatat ada lebih dari 107.000 Jiwa yang terdiri dari berbagai suku. Untuk mereka yang memang asli suku Bawean tercatat sekitar 70.167 Jiwa.

Suku Bawean juga dikenal dengan sebutan Boyan atau Babian. Masyarakat Suku Bawean ini menempati Pulau Bawean, yang terletak di sebelah utara pulau Jawa atau sekitar 80 mil ke arah utara Surabaya, dan masuk Kabupaten Gresik.

Suku Bawean memiliki budaya yang cukup unik seperti kercengan yaitu pertunjukan yang sering dipentaskan di acara pernikahan. Penari kercengan akan berbaris atau atau dua baris, memainkan kompang, dan penyanyi duduk di belakang.

Masyarakat Melayu Malaka dan Malaysia lebih mengenal dengan orang Bawean dengan sebutan orang Boyan.

Hal ini dikarenakan dalam pandangan mereka, orang Boyan itu adalah sopir dan tukang kebun (kephun dalam bahasa Bawean), karena profesi sebagian masyarakat asal Bawean adalah bekerja di kebun atau sebagai sopir.

Orang Bawean terkenal gemar bermigrasi dan bekerja diberbagai daerah atau negara. Selain di negara Malaysia dan Singapura orang-orang Bawean juga bermigrasi ke Australia dan Vietnam.

Salah satu ciri khas dari Pulau Bawean adalah memiliki binatang bernama rusa Bawean yakni satu jenis rusa yang langka di dunia.

Rusa Bawean ini dilindungi dan tidak boleh diusik dari habitat aslinya di pulau Bawean ini.

10. Suku Samin – Kurang Dari 50.000 Jiwa

Suku Samin

Suku Samin – foto milik @fubuki_aida

Suku besar yang ada di pulau Jawa lainnya adalah Suku Samin. Mungkin suku ini cukup jarang terdengar mengingat kebiasaan atau kehidupan suku samin cukup tertutup.

Suku Samin juga sering disebut sebagai Wong Sikep. Nah umumnya penganut suku samin ini juga merupakan pengikut ajaran Samin Surosentiko, dimana ajaran utamanya adalah “sedulur sikep” Yang artinya mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain di luar kekerasan.

Pengikut ajaran Saminisme memiliki lima ajaran yang selalu dipegang erat yakni : Tidak bersekolah, wajib Mengenakan iket kepala, Tidak berpoligami, Mengenakan celanda pendek, Tidak berdagang dan Menolak Kapitalisme.

Pada era penjajahan Kolonial, Suku Samin mengisolasi diri hingga tahun 70-an mereka baru mengetahui jika Indonesia telah merdeka.

Persebaran suku samin berada di daerah Blora, Jawa Tengah dan Bojonegoro, Jawa Timur. Jumlahnya pun tidak banyak dan tidak ada sensus atau catatan pastinya.

Suku Samin percaya bahwa agama adalah pegangan hidup. Bagi mereka, kitab suci yang mereka anut adalah Serat Jamus Kalimasada yang terdiri dari beberapa buku. Ajarannya ditulis dalam bentuk puisi atau tembang Jawa.

Pakaian yang dikenakan orang Samin adalah baju lengan panjang berwarna hitam. Untuk laki – laki mengenakan ikat kepala.

Sementara untuk perempuan mengenakan kebaya lengan panjang, dengan bawahan kain di bawah lutut di atas mata kaki.

11. Suku Baduy / Orang Kanekes – 26.000 Jiwa

Wanita suku Baduy

Wanita suku Baduy – foto milik @rafi_irawan1

Orang Kanekes atau disebut juga orang Suku Baduy adalah suku asli Banten yang mendiami wilayah terdalam provinis Banten.

Jumlah penduduk suku Baduy juga tidak terlalu banyak mengingat penyebaran mereka hanya diwilayah Baduy atau Banten saja.

Suku Baduy berada di kaki gunung Kendeng desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Rangkasbitung, Banten. Saat ini Suku Baduy ini dibagi menjadi dua sebutan yaitu suku baduy luar dan suku baduy dalam.

Perbedaanya adalah jika Suku Baduy dalam masih menjaga adat istiadat mereka dan menutup diri dari dunia luar sedangkan Baduy luar sudah berbaur dengan masyarakat umum dan terbuka dengan perubahan.

Bahasa yang digunakan Masyarakat Baduy dalam kehidupan sehari- hari adalah Bahasa Sunda yang cukup halus.

Karena kawasan suku Baduy cukup tertutup dan tidak mau mengikuti perkembangan zaman, maka Suku Baduy tidak pernah mengenyam pendidikan formal seperti sekolah dll.

Bahkan sejak era pemerintahan Soeharto pemerintah telah berusaha membujuk supaya dibangun sekolah untuk Suku Badui, tapi mereka tetap menolak hingga sekarang.

Bagi mereka, pendidikan formal berlawanan dengan adat istiadat. Kepercayaan, cerita nenek moyang, hanya diturunkan lewat lisan secara turun temurun tanpa ada bukti tertulis.

12. Suku Bagelen

Suku Bagelen di purworejo

Suku Bagelen di purworejo – foto equityworldsemarang.com

Suku di pulau Jawa yang juga jarang diketahui oleh masyrakat luas adalah Suku Bagelen. Suku Bagelan adalah salah satu sub kelompok dari orang Jawa di daerah yang bernama Bagelen.

Pada tahun 1830 daerah Bagelen menjadi keresidenan Bagelen, terdiri dari afdeeling Purworejo dan Kebumen, serta Wonosobo.

Keresiden ini berbatasan dengan keresidenan Pekalongan di bagian utara, keresidenan Kedu dan Yogyakarta di sebelah timur, Samudera Hindia di bagian Selatan, dan keresidenan Banyumas dan Tegal.

Namun Sejak tanggal 1 Agustus 1901 keresidenan Bagelen dihapuskan dan dimasukkan ke dalam keresidenan Kedu.

Kesenian Suku Bagelen adalah wayang urang, tarian kuda yang disebut jathilan, tarian teledhek.

Mereka juga sudah mengenal pertunjukkan wayang kulit sejak zaman dahulu kala, yakni dengan pertunjukkan wayang beber.

**
Itulah tadi daftar nama-nama suku di pulau jawa. Sebenarnya ada banyak lagi suku-suku lainnya yang juga berada di pulau jawa namun banyak diantaranya yang jarang dikenal atau bahkan diulas dimedia internet.

Kalo Berguna, Silahkan Share

You may also like...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of