10 Tari Adat Tradisonal Dari Sumatera Yang Terkenal

Pulau Sumatera adalah salah satu pulau besar yang ada di Indonesia. Sumatra juga merupakan pulau keenam terbesar di dunia yang terletak di Indonesia, dengan luas 473.481 km².

Jumlah Penduduk pulau di Sumatera tercatat ada sekitar 57.940.351. Pulau Sumatera ini dulunya juga dikenal pula dengan nama lain yaitu Pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa.

Secara umum, pulau Sumatra didiami oleh bangsa Melayu, yang terbagi ke dalam beberapa suku.

Suku-suku besar ialah Aceh, Batak, Melayu, Minangkabau, Besemah, Rejang, Ogan, Komering, dan Lampung.

Baca juga : Inilah 10 suku di sumatera yang paling terkenal

Peta Kepulauan nias dan sinabang di Sumatera

Peta Kepulauan nias dan sinabang di Sumatera – foto romadecade.com

Di wilayah pesisir timur Sumatra dan di beberapa kota-kota besar seperti Medan, Batam, Palembang, Pekanbaru, dan Bandar Lampung, banyak bermukim etnis Tionghoa dan India.

Mata pencaharian penduduk Sumatra sebagian besar sebagai petani, nelayan, dan pedagang.

Penduduk Sumatra mayoritas beragama Islam dan sebagian kecil merupakan penganut ajaran Kristen Protestan, terutama di wilayah Tapanuli dan Toba-Samosir, Sumatra Utara.

Di wilayah perkotaan, seperti Medan, Pekanbaru, Batam, Pangkal Pinang, Palembang, dan Bandar Lampung dijumpai beberapa penganut Buddha.

Nah berikut ini saya merangkum ada 10 Tari Adat Tradisional dari Sumatera yang cukup terkenal dan sering dipentaskan diberbagai acara baik di daerah atau di luar Sumatera itu sendiri (List Acak).

1. Tari Sekapur Sirih

Tari Sekapur Sirih merupakan tarian selamat datang kepada tamu-tamu besar di Provinsi Jambi, Kepulauan Riau, Riau dan juga Bengkulu.

Tarian ini juga terkenal di Malaysia sebagai tarian wajib kepada tamu besar.

Tari Sekapur Sirih

Tari Sekapur Sirih – foto @adhyaksa.nusantara

Keagungan dalam gerak yang lembut dan halus menyatu dengan iringan musik serta syair yang ditujukan bagi para tamu.

Menyambut dengan hati yang putih muka yang jernih menunjukkan keramahtamahan bagi tetamu yang dihormati.

Tari ini menggambarkan ungkapan rasa putih hati masyarakat dalam menyambut tamu.

Tari Sekapur Sirih biasanya ditarikan oleh 9 orang penari perempuan, dan 3 orang penari laki-laki, 1 orang yang bertugas membawa payung dan 2 orang pengawal.

Propetri yang digunakan pada Tari Sekapur Sirih adalah cerano/wadah yang berisikan lembaran daun sirih, payung, keris.

Untuk Pakaianya yakni baju kurung /adat Jambi, iringan musik langgam melayu dengan alat musik yang terdiri dari: biola, gambus, akordion, rebana, gong dan gendang.

2. Tari Piring

Tari Piring

Tari Piring – foto @ayukurniati05

Tari adat Tradisional selanjutnya yang berasal dari Sumatera adalah Tari piring. Tari Piring adalah tarian tradisional Minangkabau yang menampilkan atraksi menggunakan piring.

Para penari mengayunkan piring di tangan mengikuti gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa satu pun piring terlepas dari tangan.

Gerakan Tari Piring diambil dari langkah-langkah dalam silat Minangkabau atau silek.

Tari ini dipopulerkan oleh Huriah Adam. Saat ini, tari piring dipertunjukkan untuk penyambutan tamu terhormat atau pembukaan upacara adat.

Bersama dengan tari saman, pendet, dan jaipong, tari ini menjadi tarian populer Indonesia yang kerap ditampilkan di ajang promosi pariwisata dan kebudayaan Indonesia.

3. Tari Indang / Tari Dindin Badindin

Tarian adat tradisional yang juga cukup terkenal dari Sumatera adalah Tari Indang. Tari Indang adalah tarian khas atau tarian adat yang berasal dari Pariaman, Sumatera Barat.

Tari Indang dikenal juga dengan nama Tari Badindin, Tari Dindin Badindin, atau Tari Indang Badindin yang semuanya merujuk pada lagu pengiring tarian ini, “dindin badindin“.

Tari Dindin Badindin atau Tari Indang

Tari Dindin Badindin atau Tari Indang – foto @putilimojurai_group

Adapun istilah “indang” mewakili alat musik sejenis rebana namun ukurannya lebih kecil, berkisar 18-15 cm. Dalam hal ini, indang difungsikan sebagai metronom (pengatur tempo).

Tari tradisional ini adalah suatu bentuk sastra lisan yang disampaikan secara berkelompok.

Selain sebagai tari keagamaan yang difungsikan sebagai media dakwah Islam, saat ini Tari Indang juga merupakan tari pergaulan muda-mudi.

Dihadirkan dengan gerakan yang kompak, dinamis dan cenderung ceria. Hal ini para penarinya dituntun untuk selalu bekerja sama antara satu dengan yang lainnya.

Tarian Indang merupakan tari muda-mudi yang ditampilkan sederhana sehingga tidak ada tata rias khusus pada wajah pemainnya.

Hal ini juga berlaku pada busana, para pemain Tari Indang umumnya menggunakan kostum sederhana khas Minangkabau.

Secara keseluruhan, tari ini merepresentasikan masyarakat Pariaman yang bersahaja, saling menghormati, serta taat memeluk agamanya.

4. Tari Tanggai

Tari tanggai merupakan salah satu Tari adat Tradisional dari Sumatera khususnya Sumatera Selatan yang cukup Terkenal.

Tari Tanggai adalah sebuah tarian yang disajikan untuk menyambut tamu yang telah memenuhi undangan. Tari tanggai biasanya dipertontonkan dalam acara pernikahan adat daerah Palembang.

Tari Tanggai

Tari Tanggai – foto ig @_dwi1306

Tari tanggai menggambarkan keramahan, dan rasa hormat masyarakat Palembang atas kehadiran sang tamu dan dalam tari ini tersirat sebuah makna ucapan selamat datang dari orang yang mempunyai acara kepada para tamu.

Tari tanggai memiliki persamaan dengan tari Gending Sriwijaya. Perbedaannya adalah Tari tanggai dibawakan oleh 5 orang sedangkan tari Gending Sriwijaya dibawakan oleh 9 orang dan perlengkapan penari Gending Sriwijaya lebih lengkap dibandingkan dengan Tari tanggai.

Penari tari Tanggai menggunakan pakaian khas daerah seperti kain songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau ramai, tajuk cempako, kembang goyang.

Lalu ada tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga dan kerana tanggai yang dipakai penari, maka tari ini dinamakan tari tanggai.

5. Tarian Cangget

Tari Cangget merupakan salah satu tari tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Lampung beradat pepadun.

Pada tahun 1942 sebelum kedatangan Jepang ke Indonesia, Tari Cangget ditampilkan untuk acara gawi adat, seperti saat panen raya, upacara mendirikan rumah ataupun untuk mengantar orang yang akan pergi haji.

Tari Cangget

Tari Cangget – foto @insta_lampung_kita

Tari Cangget sering digunakan untuk mengiringi upacara perkawinan yang didalamnya terdapat pula pemberian gelar adat atau naik pepadun.

Upacara naik pepadun memiliki makna dan filosifi yang luhur. Dimana seorang yang sudah diberi gelar diharapkan dapat dan mampu menjalankan kewajibannya dan menjadi panutan di lingkungannya.

Tarian Cangget yang menjadi ciri khas orang Lampung terdiri dari beberapa macam.

Seperti Tari Cangget Nyamuk Temui adalah tarian yang dibawakan oleh para pemuda dan pemudi dalam upacara menyambut tamu agung yang berkunjung ke daerahnya.

Tari Cangget Bakha adalah tarian yang dimainkan oleh pemuda dan pemudi pada saat bulan purnama atau selesai panen (Pada saat upacara panen raya).

Tari Cangget Penganggik adalah tarian yang dimainkan oleh pemuda dan pemudi saat menerima anggota baru.

Tari Cangget Pilangan adalah tarian yang dimainkan oleh para pemuda dan pemudi saat mereka melepas salah seorang anggota yang menikah dan pergi ke luar desa, mengikuti istri atau suami.

Tari Cangget Agung adalah tarian yang dimainkan oleh para pemuda dan pemudi pada saat upacara adat pengangkatan seorang menjadi Kepala Adat (Pepadun).

6 . Tari Tor-Tor

Tortor Batak Toba adalah jenis tarian purba dari Batak Toba yang berasal dari Sumatra Utara yang meliputi daerah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Samosir.

Tari Tortor adalah tarian seremonial yang disajikan dengan musik gondang.

Secara fisik Tari Tor-tor merupakan tarian, namun makna yang lebih dari hanya sekadar gerakan-gerakannya menunjukkan tortor adalah sebuah media komunikasi.

Dimana melalui gerakan yang disajikan terjadi interaksi antara partisipan upacara.

Tari Tor Tor

Tari Tor Tor – foto @tortor_batak

Tortor dan musik gondang ibarat koin yang tidak bisa dipisahkan.

Sebelum acara dilakukan, secara terbuka, terlebih dahulu tuan rumah (Hasuhutan) melakukan acara khusus yang dinamakan Tua ni Gondang, sehingga berkat dari gondang sabangunan.

Ada banyak pantangan yang tidak diperbolehkan saat manortor, seperti tangan si penari tidak boleh melewati batas setinggi bahu ke atas.

Tapi bila itu dilakukan berarti si penari sudah siap menantang siapa pun dalam bidang ilmu perdukunan, atau adu pencak silat (moncak), atau adu tenaga batin dan lain-lain.

Tari tortor digunakan sebagai sarana penyampaian batin baik kepada roh-roh leluhur dan maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa horma

7. Tari Saman

Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat.

Biasanya Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo.

Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tari Saman

Tari Saman – foto @fakhri_04_

Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara.

Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia.

Tari saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari.

Selain itu juga sura tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah.

Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut syekh.

Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan juga latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna.

Tari saman ini bisanya di khususkan ditarikan oleh para pria.

8. Tari Tabot

Bengkulu merupakan tempat di pantai barat Pulau Sumatra. Bengkulu merupakan provinsi yang dahulu pernah berada di bawah kawasan Kesultanan Banten dan Kerajaan Inderapura.

Terdapat beberapa tempat bersejarah maupun wisata alam menarik yang dapat dikunjungi di Bengkulu.

Tari Tabot Bengkulu

Tari Tabot Bengkulu – foto @rwrydntha

Salah satu tempat bersejarah di Bengkulu adalah rumah pengasingan Bung Karno. Selain itu terdapat pula Benteng Marlborough yang dibangun saat Inggris berkuasa di daerah ini pada 1713-1719.

Di samping tempat-tempat tersebut, Bengkulu juga memiliki adat yang sering dirayakan dalam festival tahunan yaitu Festival Tabot Bengkulu.

Adat Tabot Bengkulu juga memberikan inspirasi untuk menciptakan Tari Tabot Bengkulu.

Festival Tabot Bengkulu merupakan salah satu festival yang menghadirkan berbagai macam kesenian. Nuansa Islam kental dengan festival ini.

Beberapa pertunjukan seni dalam festival ini antara lain Tari Tabot, pertunjukan rebana, dan upacara mengarak tabot.

9. Tari Tandak

Tari Tandak adalah tarian dan juga nyanyian. Bentuk tariannya berupa pantun yang saling bertimbal-balik antara kelompok pria dan wanita.

Lagu atau pantun pada tarian ini berisi tentang hal-hal yang ada di bumi atau mengenai kehidupan sehari-hari manusia.

Tari Tandak adalah tarian pergaulan yang sangat digemari atau disukai di daerah Riau.Tari ini merupakan gabungan antara seni tari dan sastra, biasanya dipertunjukan pada malam hari.

Tarian ini diawali dengan semua peserta tari tandak membentuk sebuah lingkaran dan saling berpegangan pundak setiap peserta.

Tari Tandak

Tari Tandak

Lantas para peserta berjalan sambil mengangkat kaki dan menghentakannya ke tanah. Pada tari tandak biasanya dipimpin oleh seorang yang disebut kepala ngejang.

Kepala ngejang bertugas sebagai pemberi irama pada gerakan tari tandak, dan berdiri di tengah-tangah peserta dengan memainkan alat giring-giring yang berbahan besi atau perak bercampur perunggu.

Tarian ini bertujuan agar pemuda dan pemudi mempunyai kesempatan untuk bertemu. Pertemuan itu kadang-kadang berakhir pada jatuh cinta.

Tari Tandak menjadi media silaturahmi tempat bertemunya antara pemuda dan pemudi antar kampung.

Banyak pasangan suami istri yang bermula dari pertemuan acara tari Tandak ini namun ada pula yang kisah cintanya tidak direstui pihak keluarga.

Tarian ini melambangkan ikatan ikatan yang terjalin antara teman-teman yang berlainan kampung. Tarian ini juga menciptakan rasa aman antar kampung.

Dalam taria ini, semua peserta bebas memilih pasangan.Karena tarian ini merupaka hiburan sekaligus silaturahmi, acara ini banyak dihadiri oleh warga, dari anak kecil hingga orang dewasa.

Secara rutin acara tari tandak ini dilaksanakan setiap bulan  Juli-Oktober setiap tahunnya, di mana pada bulan-bulan tersebut para petani usai melaksanakan panen.

10. Tari Campak

Tari Campak

Tari Campak – @dhorindlewer

Tari Campak merupakan tarian dari daerah Bangka-Belitung yang menggambarkan keceriaan bujang dan dayang di Kepulauan Bangka Belitung. Tarian ini biasanya dibawakan setelah panen padi atau sepulang dari ume (kebun).

Tari ini digunakan juga sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan seperti penyambutan tamu atau pada pesta pernikahan di Bangka Belitung.

Tarian ini berkembang pada masa pendudukan bangsa Portugis di Bangka Belitung.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa ragam pada tari Campak antara lain akordion dan pakaian pada penari perempuan yang sangat kental dengan gaya Eropa.

***

Itulah 10 Tarian Tradisional dari Sumatera yang wajib kalian ketahui dan hingga sekarang masih sering ditampilkan dalam berbagai pertunjukan.

Kalo Berguna, Silahkan Share

You may also like...

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Zo cgtip Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
Zo cgtip

:)🖤