Waduk Riam Kanan

Waduk Adalah danau buatan dan danau alam yang merupakan kolam penyimpanan air. Terdapat banyak waduk di Indonesia, salah satunya adalah Waduk Riam Kanan. Waduk Riam Kanan adalah salah satu waduk terbesar di Kalimantan Selatan. Waduk ini tepatnya  berada di Aranio, Banjar, Kalimantan. Tujuan dibangunnya waduk ini adalah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air untuk menerangi wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.

Butuh waktu selama 10 tahun untuk menyelesaikan pembangunan waduk dengan debit air mencapai 54,39 meter ini. Waduk buatan ini berada di area seluas 9.730 hektar dan membendung 8 sungai.  Selain itu juga untuk proses pembangunannya banyak desa yang ditenggelamkan dan akhirnya warga desa setempat pindah ke berbagai tempat.

waduk riam kanan kalimantan selatan

waduk riam kanan kalimantan selatan

Danau ini bukanlah danau yang terbentuk secara alami, tetapi buatan. Menurut sejarahnya, proses pembuatan danau dan waduk ini dimulai pada 1958 silam, diprakarsai oleh Ir Pangeran Mochamad Noor yang merupakan Gubernur pertama Kalimantan Selatan dan mantan Menteri Pekerjaan Umum di era pemerintahan Presiden Soekarno.

Waduk tersebut diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1973. Kondisi alam pedesaan tersebut didominasi warna hijau karena banyaknya pepohonan dan bukit yang mengelilinginya. Tak heran jika tempat ini menjadi tempat wisata favorite bersama keluarga maupun teman karena suasananya.

Di waduk ini juga terdapat gugusan pulau-pulau yang sangat indah di  pandang mata. Selain itu, masyarakat sekitar pun memelihara ikan dalam keramba agar pengunjung bisa mendapatkan ikan segar dengan mudah. Untuk itu sangat sayang sekali jika pergi berlibur ke Banjarmasin tapi tidak mengunjungi waduk hits yang satu ini.

Kamu bisa kapan saja mengunjungi danau ini selama 24 jam dengan harga tiket Rp 5.000. Namun jika kamu ingin naik kelotok untuk berkeliling, maka harus membayar lagi sebesar Rp 15.0000. Untuk fasilitasnya sudah mulai lengkap, seperti mushola, toilet umum, dan kamar mandi.

Akses menuju kesana

Untuk bisa sampai di Waduk ini, kamu bisa mengambil rute dari kota Banjarmasin, kemudian ikuti Jl. Kapten Piere Tendean dan Jl. Aes Nasution ke Jl. Veteran Sungai Bilu sejauh 1,3 km. Belok ke arah barat di Gg. Suryacipta menuju Jl. Kapten Piere Tendean, kemudian belok kanan ke Jl. Kapten Piere Tendean. Lalu  Belok kanan ke Jl. Aes Nasution.

Waduk Riam Kanan Kalsel

Waduk Riam Kanan Kalsel

Dari Jl. Aes Nasution, masuk ke jalan Jl. A. Yani ke Jl. Ir. P. M. Noor di Banjarbaru sejauh sekitar 35 km. Belok kanan ke Jl. Veteran, kemudian  Belok kiri ke Jl. Kapten Piere Tendean. Belok kiri ke Jl. Ahmad Yani. Terus di jalan ini hingga sekitar 15 km dan menemukan  bundaran.

Ambil jalan keluar ke-2 ke Jl. Ir. P. M. Noor ke tujuan di Aranio, di Pelabuhan Tiwingan Riam Kanan. Setelah itu kamu akan sampai d tempat tujuan. Kamu bisa menggunakan kendaraan baik itu motor maupun mobil

Ada apa aja dan bisa ngapain aja

Pengunjung yang datang bisa bersantai menikmati sejuknya angin yang berhembus sambil memandangi keadaan sekitar. Disitu pengunjung juga bisa melihat nelayan yang sedang menjala ikan, namun untuk waktu-waktu tertentu saja. Selain itu, ada juga perahu  motor yang biasa disebut kelotok dan bisa disewa untuk mengantarkan pengunjung mengelilingi danau. Menariknya, pengunjung bisa melakukan kegiatan seperti memancing, berenang, dan sebagainya. Namun perlu diingat bahwa hati-hati itu perlu.

Ada beberapa tempat yang menjadi daya tarik dari danau ini, seperti

1. Hutan Pinus

Hutan pinus ini adalah tempat yang cocok  untuk berkemah, namun karena kondisinya yang tidak terawat menjadikan tempat ini lumayan angker. Dinamakan hutan pinus karena memang disini dipenuhi tumbuhan pinus. Untuk menuju kesini, pengunjung hanya bisa menggunakan kelotok yang disewa dengan harga Rp 300.000-Rp 400.000 dengan kapasitas maksimal penumpang 15 orang.

Disini fasilitasnya lengkap, ada mushola, toilet, dan kamar mandi, dan kios jual makanan sehingga pengunjung tidak akan kelaparan. Selain itu ada juga bangku untuk tempat duduk santai yang menghadapkan pengunjung ke Waduk Riam Kanan.

2. Pulau Bekantan

Dinamakan Pulau Bekantan karena pulau ini merupakan tempat pelestarian hewan endemic seperti Bekantan. Berada diatas tanah seluas 24 hektare, pulau ini dipenuhi dengan tanaman pinus dan karet. Untuk menuju kesini pengunjung bisa menggunakan kelotok.

Bisa melihat hewan endemic secara langsung merupakan pengalaman yang menyenangkan pastinya. Pengunjung juga bisa mendapatkan pengetahuan baru secara langsung dan megabadikan momen seru bertemu dengan Monyet Bekantan.

3. Pulau Rusa

Pulau Rusa merupakan salah satu tempat yang paling favorite bagi pengunjung karena suasananya yang sejuk dan nyaman. Pulau ini juga merupakan tempat pemberdayaan Rusa Totol dari Istana Bogor.

Untuk bisa sampai kesini tidak terlalu sulit, dari dermaga Riam kanan , pengunjung bisa menyeberang dengan menyewa kelotok atau perahu mesin dengan biaya sekitar Rp300 ribu yang bisa ditumpangi lebih dari 20 orang.

4. Bukit Batas

Selain bisa menikmati suasana Danau, Pengujung juga bisa pergi ke Bukit Batas yang masih satu wilayah dengan Waduk Riam Kanan. Bagi warga yang sangat ingin mengunjungi Raja Ampat namun tidak kesampaian, jangan bersedih hati karena dari puncak bukit kita bisa melihat pemandangan di bawah sana ada pulau kecil-pulau didalam danau. Pemandangan ini sungguh mirip dengan Raja Ampat.

Untuk menuju kesini bisa dari Hutan Pinus karena ada jembatan yang menghubungkan keduanya. Jalur pendakian dari bukit ini pun termasuk sulit apabila sedang musim hujan karena akan becek dan licin. Meskipun jalur pendakian yang cukup tinggi dan sulit apalagi ketika hujan membuat lelah, pemandangan indah di puncak bukit bisa mengalahkan rintangan apapun.

Semangat untuk bisa sampai  di puncak pastinya tidak akan membuat para pengunjung berubah pikiran untuk turun ke bawah. Jika ingin merasakan nikmatnya suasana alam dan memandang apa saja yang ada di bawah lebih lama, maka pengunjung bisa mendirikan tenda untuk bercamping setidaknya satu malam. Pemandangan alam lebih mempesona ditambah dengan gemerlap bintang yang menghiasi.

Saat paginya pun pengunjung bisa menikmati surise. Apabila tidak sempat untuk masak, maka bisa membelinya disana. Karena ada banyak penjual makanan dan minuman di puncak namun pastinya dengan harga yang dua kali lebih tinggi. Itu disebabkan karena para penjual bersusah payah membawa darang dagangannya untuk bisa sampai di puncak.

Apakah kamu tertarik untuk mengunjungi Waduk Riam Kanan?

 

Omed

Bapaknya komunitas Backpacker Jakarta yang hanya ingin menceritakan pengalaman saya berkeliling Indonesia selama 360 Hari ke 34 Provinsi dan lebih dari 380 Kabupaten atau kota se Indonesia. Jangan lupa Follow Instagram @kataomed untuk melihat aktivitas dan keseharian saya

You may also like...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of