7 Candi Tertinggi di Asia Tenggara Dan Tingginya

Candi memang memiliki beragam bentuk dan ukuran, mulai dari struktur sederhana hingga bangunan megah dan kompleks.

Beberapa candi, mungkin hanya terdiri dari satu bangunan kecil, sementara yang lain adalah kompleks besar dengan banyak struktur yang saling terhubung.

Beberapa contoh candi terkenal di Asia Tenggara termasuk Candi Borobudur di Indonesia, Candi Angkor Wat di Kamboja, Candi Prambanan di Indonesia, dan Candi Wat Phra Kaew di Thailand.

Candi Tertinggi di Asia Tenggara

Candi Tertinggi di Asia Tenggara

Masing-masing candi ini memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan keagamaan yang sangat penting bagi masyarakat setempat maupun untuk pengunjung dari luar negeri.

Candi juga menjadi tempat ibadah, meditasi, dan peribadatan. Mereka juga sering menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial dalam masyarakat di masa lalu.

Nah berikut ini saya merangkum mengenai Daftar 7 Candi yang Tertinggi di Asia Tenggara berdasarkan masing-masing negaranya.

1. Candi Thatbyinnyu – Bagan Myanmar (66 Meter)

Candi Thatbyinnyu - Bagan Myanmar

Candi Thatbyinnyu – Bagan Myanmar

Diurutan pertama Candi Tertinggi di Asia Tenggara  adalah Candi Thatbyinnyu.

Candi Thatbyinnyu sendiri adalah salah satu dari candi-candi terkenal yang terletak di Bagan, Myanmar.

Candi ini adalah salah satu dari candi tertinggi di Bagan dan bahkan dianggap sebagai salah satu candi tertinggi di Myanmar.

Candi Thatbyinnyu dibangun pada abad ke-12 oleh Raja Alaungsithu, yang memerintah dari tahun 1113 hingga 1163 Masehi.

Candi ini memiliki dua tingkat, dengan ketinggian total sekitar 61 meter (sekitar 201 kaki). Candi Thatbyinnyu memiliki arsitektur yang indah dan terkenal karena puncak-puncak menara yang menjulang tinggi.

Candi ini juga memiliki relief-relief yang menghiasi dindingnya, menceritakan kisah-kisah dari agama Buddha dan mitologi.

Candi Thatbyinnyu adalah salah satu dari banyak candi yang memperindah lanskap bersejarah Bagan dan menarik banyak wisatawan dan pengunjung setiap tahunnya.

2. Central Tower – Angkorwat Cambodia (65 Meter)

Central Tower - Angkorwat Cambodia

Central Tower – Angkorwat Cambodia

Diposisi kedua ada Central Tower di Angkor Wat yang merupakan salah satu fitur utama dari kompleks candi Angkor Wat yang terletak di Siem Reap, Kamboja.

Angkor Wat sendiri adalah salah satu situs arkeologi terbesar dan paling terkenal di dunia, dan merupakan warisan dunia UNESCO.

Candi Central Tower adalah menara utama yang terletak di tengah kompleks candi.

Menara ini merupakan salah satu bangunan paling ikonik di Angkor Wat, dan sering digambarkan dalam gambar-gambar yang menggambarkan situs tersebut.

Tinggi asli Candi Central Tower diperkirakan mencapai sekitar 65 meter (sekitar 213 kaki), menjadikannya salah satu struktur tertinggi di kompleks Angkor Wat.

Arsitektur Candi Central Tower menampilkan desain khmer klasik yang khas, dengan relief-relief dan hiasan-hiasan yang menghiasi dindingnya.

Di bagian atas menara, terdapat beberapa tingkatan yang membentuk bentuk seperti teras, dan puncaknya memiliki struktur yang mengingatkan pada bunga teratai.

Candi Central Tower Angkor Wat menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan dan para pengunjung yang datang ke Kamboja untuk menjelajahi kekayaan sejarah dan arkeologi dari periode Khmer yang megah.

3. Candi Siwa – Prambanan Indonesia (47 Meter)

Candi Siwa - Prambanan Indonesia

Candi Siwa – Prambanan Indonesia

Indonesia sendiri menduduku urutan ketiga sebagai negara yang memiliki Candi tertinggi di Asia Tenggara.

Candi Siwa di kompleks Candi Prambanan adalah salah satu dari tiga candi utama yang ada di sana, bersama dengan Candi Brahma dan Candi Wisnu.

Ketiga candi ini merupakan bagian dari kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, yang terletak di sekitar 17 kilometer timur laut Yogyakarta, di Provinsi Jawa Tengah.

Candi Siwa, juga dikenal sebagai Candi Loro Jonggrang, merupakan candi utama yang didedikasikan untuk dewa Siwa dalam agama Hindu.

Candi ini terletak di tengah kompleks, di antara Candi Brahma dan Candi Wisnu.

Arsitektur Candi Siwa menggambarkan keindahan dan keagungan arsitektur Hindu klasik Jawa, dengan relief-relief yang indah dan patung-patung dewa Hindu yang mendominasi.

Candi Siwa memiliki lima bagian utama: garbhagriha (ruang suci), mandapa (ruang depan), ruang transept, kori (saluran), dan antefiks (penghias atap).

Struktur candi ini dikenal karena keindahan reliefnya yang menceritakan mitologi Hindu, termasuk kisah-kisah dari epik Ramayana dan Mahabharata.

Meskipun mengalami kerusakan akibat gempa bumi dan perawatan yang diperlukan, Candi Siwa tetap menjadi salah satu daya tarik utama di kompleks Prambanan dan menjadi situs penting dalam sejarah dan warisan budaya Indonesia.

4. Candi Pha That Luang – Luang Prabang Laos ( 45 Meter)

Candi Pha That Luang - Luang Prabang Laos

Candi Pha That Luang – Luang Prabang Laos

Selanjutnya ada Candi Pha That Luang adalah sebuah stupa Buddha yang terletak di Vientiane, ibu kota Laos.

Stupa ini adalah salah satu monumen dan situs suci terpenting di Laos, serta merupakan simbol nasional dan kebanggaan budaya bagi rakyat Laos.

Pha That Luang memiliki arsitektur yang mengesankan, dengan bentuk stupa yang menjulang tinggi dan ditutupi dengan emas.

Stupa ini dibangun pada abad ke-16 oleh Raja Setthathirath, yang memerintah dari Kerajaan Lan Xang, dan telah mengalami pemugaran dan perluasan selama berabad-abad.

Stupa Pha That Luang memiliki ketinggian sekitar 44 meter dan dilapisi dengan emas yang bersinar ketika terkena sinar matahari, menciptakan pemandangan yang spektakuler.

Di sekitar stupa utama, terdapat kompleks bangunan dan paviliun kecil yang digunakan untuk berdoa dan meditasi.

Setiap tahun, pada bulan November, Pha That Luang menjadi tuan rumah Festival That Luang, sebuah perayaan besar yang menarik ribuan peziarah dan wisatawan dari dalam dan luar negeri untuk merayakan kekayaan budaya Laos.

Stupa Pha That Luang bukan hanya merupakan tempat ibadah yang suci bagi umat Buddha Laos, tetapi juga menjadi salah satu tujuan wisata yang paling populer di negara tersebut.

Candi ini juga sangat menarik buat para pengunjung dengan keindahan arsitekturnya dan pentingnya dalam sejarah dan budaya Laos.

Baca juga : tempat wisata paling populer di kamboja

5. Middle Tower – Quang Nam, Vietnam (39 Meter)

Middle Tower - Quang Nam, Vietnam

Middle Tower – Quang Nam, Vietnam

Lalu ada Candi Duong Long yang merupakan salah satu candi yang terletak di Provinsi Quang Nam, Vietnam.

Candi ini adalah salah satu situs bersejarah yang penting di Vietnam.

Candi Duong Long berasal dari periode Champa, sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang pernah ada di wilayah tersebut pada abad ke-11 hingga ke-15.

Candi ini memiliki arsitektur yang khas dari gaya Champa, dengan beberapa relief dan hiasan yang menghiasi dindingnya, menggambarkan adegan mitologis dan agama Hindu-Buddha.

Namun, seperti banyak situs Champa lainnya, Candi Duong Long telah mengalami kerusakan akibat perang, cuaca, dan waktu.

Meskipun kondisinya tidak selalu dalam keadaan yang baik, Candi Duong Long tetap menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi wisatawan dan para penggemar sejarah yang tertarik dengan warisan budaya Champa di Vietnam.

Situs ini juga menjadi objek penelitian bagi para arkeolog dan sejarawan untuk memahami lebih lanjut tentang peradaban Champa yang kaya dan kompleks.

6. Wat Chaiwatthanaram – Ayutthaya Thailand (35 Meter)

Wat Chaiwatthanaram - Ayutthaya Thailand

Wat Chaiwatthanaram – Ayutthaya Thailand

Satu lagi candi tertinggi yang ada di Asia Tenggara adalah Candi Wat Chaiwatthanaram.

Candi ini adalah salah satu candi yang paling terkenal di Ayutthaya, sebuah kota bersejarah yang terletak di Provinsi Ayutthaya, Thailand.

Wat Chaiwatthanaram didirikan pada abad ke-17 oleh Raja Prasat Thong dari Dinasti Ayutthaya sebagai tempat pemujaan dan penghormatan kepada para leluhur kerajaan.

Candi ini memiliki arsitektur yang khas dari gaya Khmer, dengan menara-menara yang menjulang tinggi, prang (stupa), dan ubin-ubin yang didekorasi dengan indah.

Wat Chaiwatthanaram terletak di tepi sungai Chao Phraya, memberikan pemandangan yang indah ketika matahari terbenam.

Salah satu fitur menarik dari Wat Chaiwatthanaram adalah stupa utamanya yang berbentuk bundar dan dihiasi dengan relief-relief Buddha yang indah.

Di sekitar stupa utama, terdapat berbagai struktur lainnya, termasuk vihara (aula) dan prang kecil, yang semuanya menggambarkan keindahan arsitektur dan seni rupa tradisional Thailand.

Meskipun Wat Chaiwatthanaram mengalami kerusakan akibat perang dan waktu, situs ini tetap menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang mengunjungi Ayutthaya.

Keindahan arsitektur dan lingkungan yang tenang menjadikan Wat Chaiwatthanaram sebagai tempat yang cocok untuk mengeksplorasi sejarah dan budaya Thailand.

7. Bukit Patu Pahat Lembah – Bujang Malaysia (1 Meter)

Candi Bukit Patu Pahat Lembah - Bujang Malaysia

Candi Bukit Patu Pahat Lembah – Bujang Malaysia

Dan di posisi terakhir adalah Candi Bukit Patu Pahat yang merupakan kompleks sebuah bukit yang terletak di Lembah Bujang, Kedah, Malaysia.

Bukit ini memiliki makna arkeologis yang penting karena di atasnya terdapat situs-situs arkeologi yang berasal dari zaman prasejarah dan zaman Hindu-Buddha di Malaysia.

Situs arkeologi di Bukit Patu Pahat mencakup peninggalan seperti batu bersurat, artefak-artefak kuno, dan struktur-struktur bersejarah yang berasal dari periode pra-Islam.

Beberapa sisa-sisa bangunan candi Hindu-Buddha juga telah ditemukan di bukit ini, menunjukkan bahwa daerah ini pada masa lalu memiliki pengaruh kuat dari agama-agama tersebut.

Bukit Patu Pahat merupakan salah satu dari beberapa situs arkeologi yang penting di Lembah Bujang, yang dianggap sebagai salah satu pusat peradaban tertua di Asia Tenggara.

Situs-situs di Bukit Patu Pahat memberikan wawasan yang berharga tentang sejarah dan budaya kawasan ini sebelum kedatangan agama Islam di Malaysia.

You may also like...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of