KATA OMED

Pendakian Gunung Beriun

Beruntung kita jadi orang Indonesia, karena kekayaan alam yang ada didalamnya gak pernah akan ada habisnya. Sehingga bagi kamu yang suka traveling atau bepergian menikmati keindahan alam Nusantara, dijamin gak akan dibikin bosan karena banyak sekali destinasinya.

Bagi yang suka wisata pantai, Indonesia adalah tempatnya. Karena Negara kita termasuk Negara kepulauan yang hampir tiap daerah memiliki obyek wisata pantai dengan pemandangan yang berbeda-beda.

Tidak hanya itu saja, bagi para travelers yang suka dengan wisata dataran tinggi atau pegunungan, disini juga banyak tersedia hamparan gugusan pegunungan, dari mulai perbukitan, hingga gunung berapi yang masih aktif.

Tentu hal tersebut jadi surganya para pendaki, karena jika mereka ingin menyusuri satu per satu pendakian gunung yang ada di Indonesia baru akan selesai setelah puluhan sampai ratusan gunung telah dilalui, karena memang banyak banget gunung yang ada disini.

Gunung Beriun Kalimantan Timur

Gunung Beriun – sumber foto : twitter.com

Mungkin bagi sebagian orang akan asing dengan nama Gunung Beriun yang satu ini. Ketahuilah gunung tersebut berada di wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur dan status Gunung Beriun saat ini sebagai hutan lindung.

Belakangan kondisi hutan lindung yang ada di Gunung Beriun tengah berada dalam situasi yang memprihatinkan dan terancam mengalami kerusakan. Sangat disayangkan jika kondisi tersebut benar terjadi, karena gunung ini merupakan sumber hulu dari 5 sungai terbesar yang ada di Kutai Timur.

Peran gunung ini juga sangat penting sebagai sumber mata air dan habitat para satwa liar yang ada disana. Ternyata gunung ini juga ditemukan karst dan banyak goa-goa yang diperkirakan usianya sudah mencapai 40.000 tahun yang lalu.

Pegunungan yang masih terbilang alami tersebut sangat cocok untuk berbagai jenis flora tumbuh disana, dan salah satu penemuan yang mengejutkan adalah jamur mata sapi. Bentuknya tidak seperti jamur pada umumnya dan jamur mata sapi ini cenderung memiliki wujud berlendir.

Pendakian Gunung Beriun

Pendakian Gunung Beriun – sumber foto : facebook.com

Menurut keterangan, Gunung Beriun memiliki ketinggian mencapai 1261 meter diatas permukaan air laut, luas pegunungan ini mencapai 25.870 hektare. Kawasan yang dijadikan hutan lindung hanya sekitar 5.265 hektare sedangkan sisanya 20.605 hektare masih jadi alam liar.

Lalu apakah gunung ini sangat cocok dijadikan pendakian? Sebelumnya memang belum pernah ada ekspedisi pendakian disana, namun sekitar 3 sampai 4 tahun yang lalu jalur pendakian untuk Gunung Beriun coba dibuka.

Proses pendakian saat itu terbilang sangat berat karena bisa dibilang gunung ini masih perawan dan belum pernah ada penjelajah sebelumnya yang coba menaklukkan puncak tertingginya.

Perjalanan bisa ditempuh dari kota Balikpapan, dan dari sana para pendaki harus menempuh perjalanan selama 8 jam menggunakan jalur darat menuju Sangatta, Kutai Timur.

Dari daerah Sangatta tersebut, para pendaki kemudian bergerak ke Desa Karangan yang kondisinya saat itu sudah berubah menjadi hutan perkebunan kelapa sawit.

Pendakian Gunung Beriun – sumber foto : ranselkosong.com

Start dari Desa Karangan kemudian para pendaki memulai ekspedisi Gunung Beriun. Tim pertama yang coba membuka jalur pendakian ini cukup mengalami kesulitan, mereka hanya berbekal GPS sebagai penunjuk arah.

Perjalanan hari pertama tidak dapat selesai, karena cuaca sudah makin gelap dan para pendaki mendirikan tenda disamping Sungai Merak atau Merah yang kemudian dijadikan sebagai camp induk.

Esok harinya mereka mulai melanjutkan perjalanan dan coba membuka jalur baru sekaligus menentukan camp 1. Setelah membuka camp 1 ini mereka gunakan untuk bermalam hingga keesokan harinya lagi para tim pendaki melanjutkan perjalanan membuka rute hingga mereka menetap di camp berikutnya bernama flying camp.

Perjalanan belum selesai sampai di hari berikutnya, mereka melanjutkan untuk menuju ke puncak tertinggi Gunung Beriun. Saat menuju ke lokasi, pendaki disulitkan dengan medan yang becek, bebatuan besar yang ditumbuhi lumut dan banyak tanaman liar.

Kondisi Gunung Beriun – sumber foto : ranselkosong.com

Banyak macam anggrek yang bisa ditemui disana, jenis lelumutan dan tanaman berkayu kecil. Perjuangan akhirnya berbuah hasil, selama 6 hari perjalanan para pendaki sukses membelah hutan rimba untuk dijadikan rute pendakian baru.

Dan puncak tertinggi Gunung Beriun dinyatakan 1261 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Share Artikel ini lewat
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of