Daftar Cerita Rakyat Betawi Yang Terkenal

Banyak dari cerita rakyat Betawi, yang telah diceritakan secara turun temurun. Beberapa diantaranya, bahkan sudah dibuat dalam film maupun buku.

Salah satu dari cerita rakyat yang paling populer adalah kisah si Pitung.

Bahkan dapat dikatakan, bahwa si Pitung bukan hanya sebagai sosok legendaris, tapi juga menjadi tokoh ikon dari masyarakat Betawi.

Profil si Pitung yang pemberani dan jago bela diri, terkenal pula sebagai perampok ulung.

Meski begitu, si Pitung tidak pernah mengambil harta rampokan, karena selalu dibagikan untuk menolong masyarakat miskin.

Baca Juga:

Daftar Cerita Rakyat Betawi

Salah satu kelebihan dari kisah rakyat Betawi adalah isinya yang sangat sarat dengan pesan moral dan kebaikan.

Nah Agar lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa daftar cerita Rakyat Suku Betawi yang paling terkenal yang masih sering diceritakan hingga sekarang.

1. Si Pitung Jagoan Betawi

Cerita Betawi Si Pitung

Cerita Betawi Si Pitung – Photo by Bobo Grid

Pada suatu hari di daerah Rawa Belong, ada seorang anak bernama Pitung yang tinggal disana. Sejak kecil, ia sekolah di sebuah pesantren milik Haji Naipin.

Satu ketika Pitung pulang dari pasar, dan ia harus berhadapan dengan segerombolan preman yang merampas uangnya dengan paksa.

Si Pitung langsung mengeluarkan jurus bela diri yang dipelajarinya dari Haji Naipin.

Setelah kalah, gerombolan preman itu pun akhirnya menyerah, dan mengembalikan uang rampasannya kembali kepada si Pitung.

Pimpinan preman tersebut mengagumi kehebatan si Pitung. Kemudian, Ia langsung mengajaknya untuk bergabung mendapatkan uang di pasar dengan cara merampok.

Pitung terdiam sejenak, dan menasehati mereka agar tidak lagi berbuat jahat, tapi justru harus membantu orang lain. Terlebih lagi, masih banyak orang yang susah dan kelaparan disana.

Mereka tidak tahu,  bagaimana cara melakukan kegiatan kemanusiaan tersebut. Pasalnya, mereka mereka sendiri hidup dengan penuh kekurangan.

Seketika itu pula, Pitung mendapatkan ide yang terbersit di kepalanya.

Ia dan gerombolan itu merampok orang-orang kaya yang tamak dan jahat. Kemudian, hasilnya diberikan kepada orang miskin yang membutuhkan.

Ketika melihat sepak terjang Pitung yang sering melakukan aksi tersebut, kompeni mulai mencoba untuk menangkapnya.

Namun, si Pitung selalu berhasil lolos dari kejaran. Polisi sering menembak Pitung, namun ia kebal peluru, karena memiliki jimat yang disimpannya.

Akhirnya si Pitung menjadi buronan polisi. Namun akhirnya, kompeni mengetahui rahasia untuk melumpuhkan kekuatan si Pitung, yaitu dengan melemparinya dengan telur busuk.

Ketika mulai tidak berdaya, Pitung langsung ditembak dan tewas seketika.

Meski terkenal sebagai pahlawan, Pitung tetap dianggap sebagai penjahat oleh kompeni, karena telah menolong orang dengan cara yang salah.

2. Cerita Rakyat Betawi Putri Keong Mas

Cerita Rakyat Keong Mas

Cerita Rakyat Keong Mas – Photo by Phantom Distric

Diceritakan, bahwa ada seorang janda dengan anak laki-lakinya yang bernama Ceceng. Mereka tinggal di gubuk tua, yang berdiri diatas tanah sewaan dari seorang tuan tanah.

Suatu hari, ibu si Ceceng akhirnya meninggal karena sakit keras yang tidak kunjung sembuh. Dan sepeninggal ibunya, Ceceng pun tinggal sendirian.

Pada Keesokan harinya, sang tuan tanah menagih uang sewa tanah yang ditempati.

Ceceng memohon, agar tuan tanah dapat memberinya waktu untuk menangguhkan pembayarannya.

Mendengar permintaan tersebut, tuan tanah menjadi murka. Kemudian, diperintahkanlah si Ceceng untuk menggarap sawahnya, sebagai ganti pembayaran sewa tanah.

Permintaan tuan tanah tersebut disanggupi oleh Ceceng, untuk menggantikan  hutangnya.

Pada satu saat ketika Ceceng sedang mencangkul di sawah, Ia menemukan seekor keong emas, dan membawanya pulang.

Setiba di rumah, keong itu diletakkan di dalam sebuah tempayan, kemudian ditutupnya dengan rapat.

Ceceng pun kembali bekerja di sawah, dan meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda. Ia berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya hingga sore hari.

Namun betapa terkejutnya Ceceng, saat melihat rumahnya terlihat rapi dan bersih saat ia kembali dari sawah.

Bahkan tidak hanya itu, karena sudah tersedia pula makanan dan minuman yang terhidang di atas meja. 

Lalu, siapakah gerangan yang melakukan hal itu? Dengan tanpa keraguan sedikitpun, akhirnya Ceceng menghabiskan seluruh hidangan yang itu.

Karena kekenyangan, Ceceng tertidur dengan lelap, lebih awal dari biasanya. Keesokan hari, ia kembali bekerja di sawah seperti biasa, dan pulang ke rumah di sore harinya.

Rasa lelahnya seketika sirna, melihat makanan dan minuman kembali terhidang seperti hari sebelumnya.

Kembali lagi, Ceceng pun mulai menyantapnya dengan lahap, dan terus begitu hingga seterusnya. Namun akhirnya, Ceceng memutuskan untuk mencari tahu mengenai kejadian aneh tersebut.

Hingga suatu hari, Ceceng melihat seorang gadis keluar dari pondoknya. Melihat hal itu, ia langsung menghampiri gadis tersebut.

Setelah kejutan tersebut, akhirnya  gadis itu menceritakan riwayat hidupnya kepada Ceceng. 

Ternyata ia adalah seorang bidadari, yang telah dikutuk menjadi seekor keong. Singkat cerita, mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia, hingga dikaruniai seorang putri cantik bernama Sri Nawangsih.

Namun kebahagiaan rumah tangga Ceceng tidak bertahan lama. Istrinya secara tidak sengaja menemukan pakaian bidadarinya yang pernah hilang.

Ia pun memutuskan untuk terbang kembali ke Kahyangan tempat asalnya. 

Sudah menjadi takdir sang dewa, Ceceng tidak dapat lagi menahan istrinya untuk tinggal lebih lama lagi di dunia.

Dan Semenjak istrinya pergi, Ceceng hidup sendiri sambil membesarkan buah hatinya. Dan sang istri,semenjak kejadian itu, sang istri tidak pernah kembali lagi.

3. Sabeni Jagoan Tanah Abang

Cerita Sabeni Jagoan Betawi

Cerita Sabeni Jagoan Betawi – Photo by Okezone

Cerita rakyat betawi yang terakhir bercerita tentang Sabeni, yang terkenal sebagai Jagoan Tanah Abang di abad ke-19.

Sabeni terkenal, karena perilakunya yang selalu membela rakyat kecil, bahkan rela berkorban hingga titik darah penghabisan. 

Hingga suatu hari, Sabeni melamar putri Murtado yang menjadi kembang desa. “Biarlah alam yang menjadi saksi sumpah setiaku kepadamu,” kata Sabeni kepada gadis itu.. 

Namun, lamarannya ditolak oleh Murtado, hingga terjadi pertarungan sengit, bagaikan pertempuran dua bayangan. Mereka terlibat baku pukul, adu kuncian, tukar tendangan, hingga adu bantingan secepat kilat. 

Dengan menggunakan jurus pamungkas kelabang nyebrang, Sabeni berhasil mengalahkan sang Macan Kemayoran.

Murtado pun ambruk sampai tak sadarkan diri, setelah mendapat totokan maut dari sabeni. Nama Sabeni pun mulai berkibar, setelah membuat Murtado kalah. 

Suatu saat Jepang hendak menangkap Syafii anak Sabeni, yang kabur saat masih menjadi anggota polisi. Jepang mendatangi Sabeni, dan menantang pertarungan dengan pendekar sewaannya. 

Jika Sabeni menang, Syafii akan dilepaskan. Namun jika ia kalah, anaknya akan terus ditahan Jepang.

Singkat cerita, Sabeni berhasil mengalahkan para pendekar yang disewa Jepang untuk mengalahkannya. Meskipun saat itu, ia sudah berusia 83 tahun.

Sabeni mengejek Jepang, dan berkata  “Hebat benar pendekar-pendekar suruhanmu. Bahkan  mengalahkan kakek berumur 83 tahun sepertiku saja mereka tidak mampu” 

Jepang langsung menobatkan Sabeni menjadi kepala kampung, agar ia tidak melakukan gerakan pemberontakan.

Sabeni menerima jabatan itu, agar bisa tenang dalam mengajarkan silat, dan tidak terus menerus dicurigai Jepang.

Baca Juga:

Selesai sudah, Cerita rakyat Betawi kali ini, yang merupakan kisah penuh heroisme sepanjang masa.

Semoga dapat menjadi informasi dan alternatif, jika sedang membutuhkan cerita – cerita asli Indonesia yang baik untuk anak -anak.

Kalo Berguna, Silahkan Share

You may also like...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of