Tari Rejang Taman Sari

Kita sebagai anak bangsa seharusnya bangga apa yang dimiliki oleh Negara kita ini. Indonesia termasuk kedalam jenis negara kepulauan, beragama suku, ras, budaya dan agama bisa kita temukan disini.

Agar tidak termakan oleh jaman, tugas kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa melestarikan peninggalan dan warisan dari leluhur kita, termasuk unsur-unsur yang telah kita sebutkan diatas.

Coba bayangin kebudayaan dan keragaman suku di Negara kita sudah diakui oleh dunia, dan saat ini mungkin puluhan hingga ratusan suku serta budaya telah diwariskan kepada kita, jadi bagaimana jika semuanya lenyap dimakan oleh jaman? Menyedihkan bukan.

Kami disini mengajak kalian semua untuk mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia, sekaligus sambil belajar dan melestarikan agar budaya ini tetap dikenal banyak orang syukur bisa sampai dikenal orang luar.

Pengertian Tari Rejang Taman Sari

Tari Rejang – sumber foto : facebook.com

Tari Rejang ini merupakan tarian khas yang berasal dari pulau Dewata Bali. Tempat yang terkenal akan destinasi wisata yang indah ini selain menawarkan panorama alam menakjubkan juga menyimpan banyak unsur budaya dan tradisi.

Seperti yang kita tahu, masyarakat Bali masih sangat kental dengan kebudayaan serta tradisi, mereka mempunyai beberapa ritual atau upacara adat yang salah satunya diwujudkan dengan tarian ini.

Tari Rejang digunakan untuk menyambut kedatangan para dewa dari khayangan yang turun ke bumi. Masyarakat Bali percaya jika tarian berikut sangat kental akan nuansa spiritual, sehingga Tari Rejang dijadikan sebagai tarian suci.

Menurut sejarahnya, Tari Rejang ini diperkirakan sudah ada sejak jaman Pra Hindu. Tari ini dipersembahkan untuk menyambut para dewa yang turun dari khayangan ke bumi, beberapa ada yang menyebutnya sebagai jenis Tari Wali atau sakral dalam kegiatan upacara keagamaan.

Rejang Renteng – sumber foto : koranbuleleng.com

Tari Rejang biasanya dibawakan oleh kaum wanita dengan ekspresi penuh hikmad dan dipenuhi rasa pengabdian karena memang tarian tersebut diperuntukkan untuk menyambut para dewa-dewi dari khayangan.

Tari Rejang membutuhkan gerakan tubuh, dan sekilas gerakan dari tarian ini terlihat sangat sederhana namun pembawaannya harus dilakukan secara lincah, luwes dan progresif.

Hal ini disebabkan karena jenis tarian lebih fokus terhadap unsur spiritual ketimbang gerakannya. Gerakan dalam tarian didominasi dengan gerakan gembat dan ngelikas, atau bisa dibilang gerakan kanan dan kiri depan belakang yang dilakukan secara perlahan.

Tempo gerakannya cenderung pelan dan lambat, para penari juga harus menyesuaikan iringan musik tradisional khas Bali sehingga setiap ketukan per ketukan masih tetap terlihat selaras.

Elemen Tari Rejang

Tari Rejang – sumber foto : kompas.com

Seperti layaknya tarian tradisional lainnya, Tari Rejang dibawakan dengan iringan musik gamelan khas daerah Bali. Kamu pasti tidak akan asing dengan suara iringan gamelan dari Bali ini, karena memang pembawaannya yang khas dan punya karakter tersendiri.

Gamelan yang digunakan umumnya terdiri dari Gong, Kebyar, Selonding atau Gambang. Dalam pertunjukan tari ini juga ada yang diiringi alunan vokal seperti Tembang atau Kidung bermakna spiritual.

Untuk busana yang dikenakan adalah pakaian adat khas daerah Bali dengan dominasi warna putih serta kuning. Pakaian tersebut terdiri dari kain putih panjang yang dikenakan di bagian bawah sampai pinggang si penari, kemudian kain berwarna kuning dikenakan untuk dililitkan ke badan penari menutupi sebagian kain putih.

Aksesoris pelengkap penari Rejang juga menggunakan seperti mahkota yang terbuat dari ornament bunga kemudian diletakkan dibagian kepala si penari tersebut.

Jenis-Jenis Tari Rejang

Tari Rejang -sumber foto : pejeng.desa.id

Ternyata tarian ini memiliki banyak jenis yang tersebar di seluruh pulau Bali. Pertama adalah Tari Rejang Renteng, tarian ini dibawakan oleh penari wanita dan mereka bergerak baruntaian dengan menggunakan seutas benang berwarna putih.

Kemudian yang kedua ada Tari Rejang Dewa. Tidak jauh dengan tari Rejang lainnya, tarian ini memang ditujukan untuk menyambut para Dewa Dewi alias lebih identik dengan Upacara Dewa Yadnya.

Tarian yang ketiga ini bernama Tari Rejang Onying. Tarian lebih sering dibawakan oleh penari wanita remaja, secara gerakan Tari Rejang Onying ini memiliki sedikit perbedaan, sebab karakternya lebih keras dan membawa atribut seperti keris.

Selanjutnya nomor empat yakni Tari Rejang Kuningan. Tarian ini sering dibawakan oleh masyarakat wilayah Kabupaten Karangasem, Desa Duda dan Desa Akah. Pembawaannya sama seperti Tari Rejang lainnya, bedanya pementasan tari ini hanya dilaksanakan pada saat Hari Suci Kuningan saja.

Berikutnya ada Tari Rejang Tabuh. Tarian ini berasal dari Desa Penebel Tabanan, keunikan dari pembawaan Tari Rejang yang satu ini adalah penari menggunakan atribut seperti kipas ketika pentas. Tarian ini satu-satunya yang bisa dibawakan oleh penari pria.

You may also like...

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of