KATA OMED

Sejarah Tari Lima Serangkai dan Gerakannya

Published · Updated

Tari Lima Serangkai – Kesenian merupakan salah satu hasil budaya yang sampai kapan pun tidak pernah bisa lepas dari masyarakat. Berbicara tentang kesenian, Suku Karo merupakan salah satu suku di Sumatera Utara yang sampai sekarang masih mempertahankan budaya dan adat istiadatnya.

Tari Lima Serangkai

Tari Lima Serangkai – foto ig @noeldinatasembiring

Suku Karo mempunyai berbagai macam kesenian, mulai dari tarian, sastra, musik, dan lain-lain. Salah satu kesenian yang terkenal dari suku tersebut adalah Tari Lima Serangkai.

Sejarah Tari Lima Serangkai

Tari Lima Serangkai diperkirakan sudah ada sejak tahun 1960. Berdasarkan keterangan dari Sempa Sitepu, dkk dalam bukunya yang berjudul Pilar Budaya Karo (1996:200).

Sejarah Tari Lima Serangkai

Sejarah Tari Lima Serangkai – foto ig @noeldinatasembiring

Tari ini sudah ada ketika Suku Karo mengetahui tari sekitar tahun 1956. Tema yang digunakan pada tarian ini adalah unsur yang ada.

Maksudnya, kejadian maupun pengalaman hidup yang sederhana. Beberapa contohnya seperti kepahlawanan, cerita rakyat, legenda, dan lain sebagainya.

Tema yang dimiliki oleh Tari Lima Serangkai memang sesuatu yang lazim. Tujuan yang terpenting dari sebuah tarian adalah bagaimana karya seni tersebut mampu digunakan sebagai media komunikasi dengan penikmatnya.

Adapun tema yang biasanya terdapat pada Tari Lima Serangkai adalah tema pergaulan, yaitu pergaulan antara muda dan mudi Karo.

Mereka akan melakukan tarian ini ketika ada pertemuan ramah tamah antar sepasang insan yang berkenalan sesuai adat Suku Karo.

Kemudian secara tutur mereka bisa berteman dekat atau bahasa sekarang berpacaran. Akhir hubungan tersebut yaitu pernikahan.

Untuk melakukan Tari Lima Serangkai biasanya memerlukan 10 orang penari yang terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan.

Mereka yang menari tidak dibatasi umur namun kebanyakan adalah orang-orang yang masih belum menikah. Meskipun begitu, sebenarnya tidak ada persyaratan khusus untuk melakukan tarian ini.

Keindahan Tari Lima Serangkai

gerakan Tari Lima Serangkai

gerakan Tari Lima Serangkai – foto ig @dhachisurbakti –

Lalu seperti apa keindahan Tari Lima Serangkai? Perlu diketahui bahwa keindahan pada tarian ini tidak lepas dari beberapa unsur pembentuk seperti yang akan kami sebutkan di bawah ini:

  • Gerak endek atau gerak naik turun
  • Gerak jole atau gerak goyang badan
  • Gerak lampir tan atau gerak kelenturan jari

Dari ketiga unsur tersebut, bagian-bagiannya akan saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Gerak tersebut memiliki makna dimana gerak landek selau berkaitan dengan perlambangan atau simbol tertentu.

Simbol tersebut adalah makna yang ada di dalam Tari Lima Serangkai yang biasanya menceritakan sifat manusia ketika berhubungan dengan sesama individu maupun dengan kelompoknya.

Tari Lima Serangkai karo

Tari Lima Serangkai karo – foto ig @jorethasbrng

Tari Lima Serangkai dibawakan dengan gerak yag lebih gemulai. Bagi Suku Karo, terdapat istilah yang cukup tekrenal yaitu uga gendangna bage endekna.

Artinya, bagaimana musiknya dan harus demikian dengan gerakan atau endeknya.

Endek di sini tidak diartikan sebagai gerakan menyeluruh dari seluru anggota badan seperti pada tarian pada umumnya. Endek lebih ditekankan hanya pada gerakan kaki.

Konsep-konsep tersebut juga bisa dilihat pada istilah musik yang digunakan oleh masyarakat Suku Karo. Pada dasarnya, mereka tidak mengenal istilah musik seperti gendang. Gendang dalam pandangan Suku Karo setidaknya memiliki 5 makna, yaitu:

  • Gedang yang merupakan ensambel musik. Contohnya seperti gendang telu sedalenan, gendang lima sedalenan, dan lain sebagainya
  • Gendang yang berperan sebagai kumpulan dari beberapa komposisi tradisional atau yang juga dinamakan repertoar. Contohnya seperti gendang guru, gendang perang-perang, dan lain sebagainya
  • Gendang yang berperan sebagai judul atau nama lagu secara tradisional. Contohnya antara lain gendang odak-odak, gendang simalungen rayat, gendang patam-patam (yang terkadang juga sebagai style atau cak-cak) dan lain sebagainya
  • Gendang yang berperan sebagai instrumen musik. Beberapa contohnya yaitu gendang anak, gendang indung, dan lain-lain
  • Gendang yang berperan sebagai upacara. Contohnya seperti gendang guro-guro aron

Sementara itu, endek dapat diartikan sebagai gerakan dasar. Sebuah gerakan yang sesuai dengan alunan musik atau musik yang dikonsepkan pada penari itu sendiri.

Hal ini karena terdapat beberapa gerakan tertentu yang bisa dikategorikan sebagai tarikan. Sementara itu, gerakan menarik disebut sebagai landek.

Untuk nama tari memang jarang sekali menggunakan istilah landek. Kita malah sering mendengar istilah dari bahasa Indonesia yaitu “tari”. Misalnya, kita tidak menyebut Landek Lima Serangke melainkan Tari Lima Serangke.

Share Artikel ini lewat
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of